Tegas, Kordinator BPP Rajagaluh : Bantuan Jaringan Irigasi Tersier Harus Dikerjakan Poktan
Ringsatu.id-Majalengka-Meninandaklanjuti berita bantuan jaringan irigasi tersier untuk kelompok tani (Poktan) Jabin yang di ketuai Rohman warga blok Kukulu Desa Rajagaluh Lor Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Yang pelaksanaannya diduga kuat diborongkan atau dipihaketigakan kepada Mantan Kuwu Tajur Didin alias Lading.
Dedi (52) selaku kordinator Penyuluh dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Rajagaluh menegaskan. Bahwa bantuan jaringan irigasi tersier yang diberikan Dinas Pertanian kepada Poktan harus dikerjakan oleh masyarakat atau kelompok tani itu sendiri. Demikian ditegaskan oleh Dedi saat ditemui ditempat dinasnya. Rabu (3/8/2022).
“Padahal sebelum bantuan itu turun kami selaku penyuluh sudah memberikan arahan. Agar bantuan itu dikerjakan secara swakelola dan harus dikerjakan oleh kelompok tani.” Ujar Kordinator Penyuluh bidang pertanian Rajagaluh ini.
Untuk pencairan bantuan sendiri menurut Dedi, tidak harus dengan bendahara. Tapi ketua kelompok tani bisa menunjuk Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) yang berasal dari masyarakat atau anggota Poktan.
“Kami akan kembali memonitoring pekerjaan itu dan akan bicara dengan kelompok taninya.” Ucapnya
Dedi sendiri mengaku awalnya ia mengira bahwa Tajur adalah nama Kuwu Rajagaluh Lor.
“Saya kira, Tajur itu nama Kuwu Rajagaluh Lor tapi ternyata nama desa. Dan saya sudah mendengar bahwa pekerjaan itu bukan dikerjakan oleh Poktan. Sehingga saya juga merasa heran kok dikerjakan oleh orang lain.” Papar Pria 52 tahun ini.
Sementara itu, dipapan proyek jaringan irigasi tersier dijelaskan selaku pelaksana adalah UPKK. Dengan nominal bantuan sebesar Rp.75 juta, namun pada kenyataannya malah diborongkan alias dipihaketigakan. (Bisri).