PKBM Al-Mutmainah Desa Sadomas Diduga Gunakan Data Peserta Didik Fiktif

 

Ringsatu.id-Majalengka-PKBM Al-Mutmainah yang menyelenggarakan pendidikan non formal atau kejar paket A,B dan C dibawah Yayasan Al-Mutmainah desa Sadomas Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Diduga menggunakan data peserta didik fiktif.

Berdasarkan pada data yang dimiliki wartawan media ini terkait jumlah peserta didik pada semester 2021-2022 PKBM Al-Mutmainah. Jumlah peserta didik(PD) laki-laki berjumlah 67 dan perempuan berjumlah 57 sehingga total peserta didik di PKBM Al-Mutmainah menjadi 124 orang.

Sedangkan pada semester 2022-2023 jumlah peseta didik laki-laki sebanyak 61 dan peserta didik perempuan 48 jumlah 109 orang.

Padahal menurut keterangan dari sejumlah narasumber mengatakan,jika benar PKBM Al-Mutmainah memiliki peserta didik diatas 100 orang. Tentunya kegiatan belajar mengajar di PKBM tersebut sangat lah ramai.

“Tapi kegiatannya biasa-biasa saja bahkan nyaris tidak terlihat aktivitas kegiatan belajar mengajarnya.”Ujar salah satu narasumber yang minta agar tidak disebutkan namanya.

Anggaran bantuan operasional penyelenggara (BOP) untuk peserta didik yang mengikuti paket B setara SMP yakni Rp.1,5 juta. Sedangkan BOP untuk peserta didik paket C setara SMA yakni Rp.1,8 juta dan peserta didik paket A setara SD Rp.1,3 juta.

Dari keterangan Yandi selaku ketua PKBM Al-Mutmainah yang juga guru honor olah raga di SDN 1 Teja. Saat dikonfirmasi melalui telepon Whats Appnya (WA), Senin (28/11/2022) mengatakan.

Bahwa dirinya baru menjabat sebagai ketua PKBM Al-Mutmainah sekitar 2 bulan.Sebelumnya yakni Ade Jaelani seorang pengawas PAUD warga Majalengka.

“Jumlah peserta didik untuk paket B ada 9 orang sedangkan untuk paket C ada sekitar 90 orang.” Jelas Yandi.

Untuk kegiatan belajar mengajarnya lanjut Yandi,diadakan setiap hari jumat dan minggu.

Baca Juga
1 of 58

Saat ditanyakan orang mana saja yang ikut pendidikan paket tersebut. Mengingat jumlah pesertanya lumayan banyak.

Dijawab oleh Yandi bahwa peserta didik untuk paket B dan C katanya kebanyakan dari luar Rajagaluh.

“Kebetulan kami punya kelas jauhnya yakni diwilayah Leuwimunding dan untuk kegiatan belajar mengajarnya. Diadakan di SDN 1 Nanggerang.” Tutur Yandi.

“Diwilayah Leuwimunding memang ada PKBM tapi selama ini tidak berjalan dan kebanyakan vakum.”Sambungnya.

Disampaikannya, bahwa pihaknya saat ini tengah kesulitan terkait pencairan anggaran BOP. Hal ini menurut Yandi karena ada laporan yang belum diselesaikan oleh ketua PKBM sebelumnya yakni Ade Jaelani.

“Ada data-data yang belum diserahkan, sehingga hal ini berdampak pula pada pencairan BOP.”Kata Yandi.

Sementara itu, ada keterangan berbeda dari salah satu guru senior di SDN 1 Nanggerang yakni Suharja. Yang menjelaskan bahwa disekolahnya tersebut tidak pernah ada kegiatan proses belajar mengajar untuk PKBM manapun.

“Saya sudah puluhan tahun mengajar disini, tapi SDN 1 Nanggerang tidak pernah dijadikan tempat belajar mengajar PKBM manapun.” Tegas Suharja.

Sementara, Utono yang disebut-sebut ketua Yayasan Al-Mutmainah desa Sadomas saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke nomer WhatsAppnya (WA), Selasa (29/11/2022), mengatakan bahwa dirinya sudah tidak jadi pengurus PKBM.

“Silahkan hubungi ketua saja namanya pak Yandi warga desa Teja atau Anam warga desa Waringin.”Tulisnya.

Ketika ditanyakan siapa ketua Yayasan Al-Mutmainah sekarang.
Namun hingga berita ini terbitkan,Utono yang juga kepala SD negeri diwilayah Palasah ini tidak menjawabnya.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.