Tak Sekadar MoU, Polri dan PT DGN Bahas Penguatan Pengawasan Jasa Pengamanan
RINGSATU-MAJALENGKA-Sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan dunia usaha terus diperkuat. Usai rangkaian kegiatan penanaman bawang putih di wilayah Indramayu, pembahasan strategis kembali dilakukan di Fieris Hotel Kertajati-Majalengka, Selasa (27/10/2026).
Ditbinpotmas Brigjen Pol. Muhammad Rudy Syarifudin, S.I.K., S.H., bersama Direktur PT Dewanta Global Nusantara (DGN), Tarjono, berdiskusi mengenai pengawasan jasa pengamanan atau Satuan Pengamanan (Satpam).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Polri dan sektor usaha, khususnya dalam mendorong penyelenggaraan jasa pengamanan yang profesional, tertib, kompeten, serta berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi dunia usaha, keberadaan Satpam tidak sebatas sebagai unsur penjaga keamanan perusahaan. Tenaga pengamanan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib dan kondusif, sehingga aktivitas perusahaan dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, pembinaan, peningkatan kompetensi, profesionalitas hingga pengawasan terhadap jasa pengamanan menjadi aspek penting dalam membangun sistem keamanan yang dapat mendukung keberlangsungan kegiatan usaha.
Direktur PT Dewanta Global Nusantara, Tarjono, menilai komunikasi langsung dengan jajaran Polri menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kolaborasi yang sehat antara dunia usaha dan institusi negara.
Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun tidak semestinya berhenti pada seremoni penandatanganan nota kesepahaman atau MoU, melainkan harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan kerja yang produktif, transparan, profesional dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung keamanan kegiatan usaha serta program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen PT DGN dalam membangun kerja sama lintas sektor melalui program yang dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan pembangunan nasional.
Rangkaian kegiatan di wilayah Majalengka dan Indramayu juga memperlihatkan keterkaitan antara penguatan sektor pertanian, ketahanan pangan dan aspek keamanan.
Penanaman bawang putih secara simbolis bersama kelompok tani menjadi salah satu rangkaian kegiatan. Di sisi lain, sinergi dengan Polri membuka ruang bagi penguatan aspek pengamanan dan pendampingan dalam pelaksanaan berbagai program di lapangan.
Ketahanan pangan membutuhkan ekosistem yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan tertib. Karena itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang terus diperkuat, sinergi Polri dan PT Dewanta Global Nusantara diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan semata.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas, mulai dari terciptanya sistem pengamanan yang profesional, dukungan terhadap kegiatan usaha, hingga penguatan program ketahanan pangan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. (Yoga)