Sejumlah Orangtua Siswa Dikeluhan Pungutan Dana Sharing di SMPN 2 Majalengka
RINGSATU-MAJALENGKA-Pungutan yang disebutkan Dana Sharing yang terjadi dilingkungan SMPN 2 Majalengka Jawa Barat. Sebesar Rp.180 ribu kepada siswa kelas 7 (Satu) menjelang kenaikan ke kelas 8, (Dua). Dikeluhkan oleh sejumlah orangtua siswa, menurut mereka tidak semua orangtua siswa SMPN 2 Majalengka. Dari kalangan orang mampu, namun sebaliknya diantara mereka kebanyakan dari orang yang tidak mampu.
“Pungutan itu bagi kami sangat besar nilainya, terlebih kami dari kalangan orang yang tidak mampu. Bagi kami jangankan Rp.180 ribu, jika sedang tidak punya uang Rp.10 ribu pun sangat sulit didapat,”keluh salah satu orangtua siswa SMPN 2 Majalengka yang namanya enggan disebutkan ini.
Ia pun menyoroti, jika selama ini pihak SMPN 2 Majalengka dapat bantuan BOS.
“Namun entah kenapa pihak sekolah masih memungut kepada siswa dengan dalih dana sharing. Dan dari dana tersebut katanya untuk kegiatan sekolah yang dananya tidak tercover oleh BOS,”sindirnya.
Padahal lanjut sumber, SMPN 2 Majalengka sendiri termasuk sekolah yang banyak siswanya.
“Menurut informasi siswa di SMPN 2 Majalengka itu mencapai 1000 siswa lebih. Kalau dikalkulasikan dengan jumlah siswa dengan dana BOS persiswanya Rp.1 juta lebih pertahunnya. Maka dana BOS yang diterima oleh sekolah lumayan besar, namun kenapa mereka masih tetap memungut ke siswa”,paparnya.
Sementara itu, Arinta Ma’ruf (59) wakasek kesiswaan SMPN 2 Majalengka saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (28/7/2025). Yang didampingi Iwan Wahyudi guru bahasa Inggris mengakui jika disekolahnya ada pungutan yang disebutnya dana Sharing.
Dari dana tersebut kata Arinta, untuk kegiatan pelombaan olahraga antar sekolah wilayah. Dan kegiatan lomba diluar Majalengka
Meski demikian, ia berkilah jika pungutan tersebut sudah hasil kesepakatan antara orangtua siswa dengan komite.
“Sekolah hanya menjalankan saja,untuk pengelola dari dana itu yakni ibu Dilaili Murni guru bahasa Indonesia disekoah ini. Dan siswa yang diminta dana sharing hanya kelas 7 saja dengan jumlah 352 siswa,”terang Wakasek Kesiswaan SMPN 2 Majalengka ini.
“Untuk siswa kelas 8 dan 9 mereka tidak diminta, sebab ketika kelas 7 mereka sudah diminta,”lanjut pria yang mengaku satu tahun lagi akan purna tugas ini
Alasan pihak sekolah meminta dana sharing ke siswa, hal tersebut kata Arinta dan Iwan. Sebab kegiatan lomba-lomba tersebut tidak ter-cover oleh dana BOS.
Jumlah siswa di SMPN 2 Majalengka sendiri kata pria 59 tahun tersebut berjumlah sekitar 1056 siswa.
Wartawan media ini mencoba untuk konfirmasi kepada kepala SMPN 2 Majalengka, H. Amirulloh dengan mengirimkan pesan singkat ke nomer WhatsAppnya (WA) dan dilanjutkan dengan meneleponnya. Namun, hingga berita ini diterbitkan H. Amirulloh tidak mau menjawabnya. (Bisri).