Proyek Jaringan Irigasi Tersier Desa Rajagaluh Lor Diduga Diborongkan
Ringsatu.id-Majalengka-Kelompok Tani (Poktan) Jabin yang diketuai Rohman (62) Blok Kukulu Desa Rajagaluh Lor Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.
Kelompok tani tersebut dapat bantuan program Jaringan Irigasi Tersier dari Dinas Pertanian Majalengka. Dengan nilai bantuan sebesar Rp.75 juta. Namun warga Rajagaluh Lor sendiri menyayangkan terkait bantuan untuk Poktan Jabin tersebut.
Pasalnya nilai bantuan pekerjaan yang mestinya dikerjakan oleh Poktan Jabin itu sendiri. Namun faktanya pekerjaan tersebut malah dipihak ketigakan alias diborongkan. Demikian disampaikan sejumlah warga Rajagaluh Lor pada wartawan media ini. Senin (1/8/2022).
Yang mengherankan warga, selaku pemborong proyek jaringan irigasi tersier tersebut bukanlah warga Rajagaluh Lor.
Melainkan warga luar desa yakni mantan kuwu Tajur kecamatan Cigasong, Didin alias Lading.
“Yang dapat bantuan kan Poktan Jabin tapi yang mengerjakan pekerjaan mantan kuwu Tajur Diding. Emangnya orang Rajagaluh Lor sudah tidak ada yang mampu untuk mengerjakan pekerjaan itu.” Ujar salah satu warga Rajagaluh Lor yang namanya minta tidak disebutkan ini.
Sementara itu, Ketua Poktan Jabin Rohman mengakui jika kelompok taninya dapat bantuan.
Ia pun mengakui jika pelaksanan pekerjaannya tidak dikerjakan oleh kelompoknya.
Rohman beralasan jika dirinya sudah tidak sanggup jika harus mengerjakan pekerjaan bantuan dari Dinas Pertanian tersebut.
Pasalnya saat ini ia sedang cedera pada kedua kakinya setelah mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu.
“Saya kan kesulitan jika berjalan karena kedua kaki ini sepertinya lumpuh. Sejak saya mengalami kecelakaan sekitar 2007 lalu. Sehingga bantuan yang didapat kelompok tani saya diserahkan ke pihak desa.”Tutur Rohman saat ditemui dirumahnya. Senin (1/8/2022).
Ia sendiri mengaku pernah menawarkan kepada anggota kelompok tani lainnya. Agar pekerjaan tersebut dikerjakan oleh anggota Poktannya.
“Tapi mereka mengaku tidak sanggup karena sedang panen, akhirnya saya serahkan ke pihak desa.”Jelas pria 62 tahun ini.
Anggaran bantuan sendiri menurut Rohman masuk ke rekening atas nama kelompok tani Jabin.
“Namun saya hanya mencairkan saja saat itu dicairkan di bank BNI Kadipaten. Pak Ahmad Yani selaku bendahara saat itu tidak ikut yang ikut saat pencairan pak Ambang Irfan dan pak Indra.”Terang ketua Poktan Jabin ini.
Pencairan bantuan sendiri menurut Rohman dibagi menjadi 2 tahaf.
Tahaf 1 sekitar Rp.50 juta dan tahaf 2 Rp.25 juta.
Sementara, mantan kuwu Tajur Didin alias Lading yang disebut-sebut sebagai pemborong proyek jaringan irigasi tersier Poktan Jabin.
Saat ditemui dilokasi pekerjaan membenarkan jika dirinya adalah pelaksana pekerjaan tersebut.
“Ia saya pelaksananya,pekerjaannya sudah dilaksanakan sekitar 11 harian. Dengan jumlah pekerja sekitar 10 orang.”Jelas Didin.
Volume pekerjaan senderan irigasi sendiri menurut Didin sekitar 220 meter.
“Panjang senderan sekitar 220 meter itu kanan-kiri dengan ketinggian 30 kebawah dan 50 keatas. Dengan pagu anggaran sekitar Rp.75 juta dan itu belum dipotong pajak.”Lanjutnya.
Saat disinggung terkait ia bisa mengerjakan pekerjaan yang sejatinya dikerjakan oleh Poktan Jabin.
Didin berdalih bahwa pihak Poktan Jabin mengaku tidak menyanggupi jika mereka yang harus mengerjakannya.
“Pihak kelompoknya kan tidak sanggup, lagi pula saya kan kenal dengan kuwu Rajagaluh Lornya. Selain itu saya kan adik Kabid Odik di Dinas Pertanian.”Papar mantan kuwu Tajur ini.(Bisri).