Program Ketapang Desa Karayunan Diduga Gagal, Hanya Menyisakan Kandang Kosong
RINGSATU–MAJALENGKA-Program Ketahanan Pangan (Ketapang), baik sektor nabati maupun hewani, sejatinya bertujuan untuk memperkuat ketersediaan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Namun, realitas di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, justru menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
Program Ketapang ternak domba yang digulirkan di desa tersebut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Alih-alih berkembang, program itu kini hanya menyisakan kandang kosong tanpa aktivitas peternakan.
Ujang Dirmana, selaku ketua kelompok penerima bantuan ternak domba, mengakui bahwa sebagian domba yang diterimanya telah mati, sementara sebagian lainnya dijual.
“Bantuan ternak domba itu sekitar tahun 2023 lalu, dengan anggaran antara Rp50 juta sampai Rp60 juta. Dari dana itu saya belikan 20 ekor domba Garut. Tapi ada yang mati dan ada juga yang saya jual,” ujar Ujang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (27/1/2026).
Ujang juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut sudah termasuk pembuatan kandang serta kebutuhan pendukung lainnya. Dana program Ketapang ternak domba ini bersumber dari Dana Desa.
Namun yang menjadi sorotan, hasil penjualan domba tersebut tidak digunakan untuk mengembangkan kembali usaha ternak domba. Ujang justru mengaku membelanjakan uang hasil penjualan domba untuk membeli entog (itik manila).
Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan tujuan awal program Ketapang yang diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Kuwu Desa Karayunan, Diding Ahyadi, mengungkapkan bahwa Ujang Dirmana pernah mendapat teguran keras saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat. Hal itu disebabkan Ujang tidak mampu menunjukkan keberadaan ternak domba yang menjadi objek bantuan program.
“Waktu diperiksa Inspektorat, Ujang tidak bisa menunjukkan domba-dombanya. Makanya sempat dimarahi,” ungkap Diding.
Namun demikian, Diding mengaku tidak mengetahui secara detail terkait besaran anggaran program Ketapang ternak domba tersebut. Ia justru mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung kepada Sekretaris Desa Karayunan, Nandang, yang dinilai lebih memahami data anggaran.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Sekdes Karayunan, Nandang, belum memberikan keterangan maupun data terkait besaran anggaran program Ketapang ternak domba yang pernah diterima oleh Ujang Dirmana.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa, khususnya pada program Ketahanan Pangan ternak domba di Desa Karayunan, yang kini diduga hanya meninggalkan kandang kosong tanpa manfaat nyata bagi masyarakat. (Bisri)