Program Ketahanan Pangan Desa Sutawangi Diduga Bermasalah

 

Ringsatu.id-Majalengka-Anggaran untuk program ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2022 sebesar Rp.230 juta. Untuk pembelian hewan ternak kambing yang telah dikucurkan pemerintah desa (Pemdes) Sutawangi Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Diduga kuat dalam pembelanjaan hewan-hewan ternak kambing tersebut di mark-up.

Berdasarkan keterangan dari narasumber terpercaya menyebutkan, pembelian kambing jantan dengan jumlah 8 ekor tersebut. Masing-masing kambing jantan tersebut dibeli Rp.5 juta per ekornya, sedangkan untuk pembelian kambing betina dengan jumlah 76 ekor masing-masing dibeli sebesar Rp.2,5 juta perekornya.

Selain adanya dugaan mark-up dalam pembelian hewan ternak kambing, dalam pembagian kambing-kambing tersebut juga dituding tidak tepat sasaran.

“Hewan ternak kambing itu harusnya diberikan ke kelompok, bukan malah dibagi-bagikan kepada ketua RT dan RW. Dan parahnya lagi sebagian kambing-kambing tersebut kini sudah tidak ada.”ujar narasumber.

Baca Juga
1 of 58

Dikatakan sumber, dalam proses pembelian hewan kambing tersebut Pemdes Sutawangi diduga memark-up harga.

“Ya lihat saja masa kambing jantan dengan ukuran seperti itu harganya sampai Rp.5 juta perekornya. Ditambah harga kambing betina juga sampai Rp2,5 juta perekornya, kami menduga harga kambing-kambing itu dimark-up.” Jelas Sumber.

Sementara itu, H. E. Sudiana kuwu (Kades) Sutawangi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (18/11/2022). Pihaknya membantah jika dalam pembelian hewan ternak kambing untuk program ketahanan pangan tersebut di mark-up.

“Pemebelian itu sudah sesuai, kalau tidak percaya silahkan tanya kepada penjualnya dan bukti kwitansi pembeliannya juga ada.”terang H. E. Sudiana.

Ia pun mengelak jika dalam pembagian kambing-kambing tersebut tidak tepat sasaran. Menurutnya walaupun kambing itu dibagi-bagikan kepada ketua RT dan RW namun mereka ada kelompoknya.

“Untuk masalah kambing-kambing ada yang sudah hilang silahkan tanya kepada warga atau langsung ke ketua TPK-nya saja.”pungkasnya.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.