MIRIS, Ditanya Nilai Bantuan? Ketua Kelompok Tani Renghas Desa Mindi Tidak Tahu
RINGSATU-MAJALENGKA-Pengakuan Artam pria uzur berusia 80 tahun selaku ketua kelompok tani Renghas Desa Mindi, Kecamatan Leuwimunding, kabupaten Majalengka Jawa Barat ini sangat miris. Dan aneh, pasalnya walaupun dirinya selaku penerima bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) dari Dinas Pertanian kabupaten Majalengka. Namun Artam mengaku tidak tahu menahu terkait jumlah bantuan yang diterima oleh kelompoknya tersebut.
Pengakuan Artam yang mengaku tidak tahu nilai bantuan yang diterima oleh kelompoknya. Hal ini terungkap setelah Artam diwawancara dirumahnya, Sabtu sore (26/7/2025).
Ia mengaku hanya ingat saat pencairan dari bantuan tersebut sebanyak 2 kali pencairan. Pencairan bantuan tersebut kata pria 80 tahun tersebut di lakukan di Bank BNI cabang Kadipaten.
Saat pencairan pertama kata Artam itu 70 persen, sedangkan pencairan kedua 30 persen.
“Tapi saya tidak pernah tahu berapa sesungguhnya bantuan yang diterima kelompok tani kami ini. Saya hanya tahu pencairan saja di Bank BNI Kadipaten. Pencairan pertana 70 persen, begitu cair uangnya diserahkan ke pak kuwu dan pak Ambang,”ujar Artam.
Saat proses pencairan lanjut Artam, kuwu dan ambang termasuk petugas PPL Pertanian yakni Irawan pun ikut.
“Namun saat pencairan tahap ke dua pak kuwu tidak ikut, hanya saya dan pak ambang juga pak Irawan”,terang Artam.
Untuk pembelian bahan material untuk pembangunan Irpom pun Artam mengaku tidak pernah dilibatkan.
“Walapun saya ketuanya, tapi untuk pembelian material saya tidak pernah tahu. Karena yang belanja material semuanya oleh pak Ambang,”jelasnya.
Dan ketika ia ingin mendapatkan uang dari bantuan tersebut. Artam mengaku harus ikut bekerja dengan para pekerja pembangunan Irpom lainya.
Saat ditanyakan, kenapa hingga saat ini pembangunan Irpom tersebut belum juga. Dirasakan manfaatnya oleh sejumlah petani, padahal pembangunannya sendiri telah selesai sekitar 1 bulan lebih.
Dijawab oleh Artam bahwa belum digunakannya dari pembangunan Irpom. Hal tersebut kata Artam karena terkendala belum adanya alat mesin penyedot air. Padahal kata dia, anggaran untuk pembelian mesin pompa air sudah ia berikan kepada kuwu.Dengan nilai sekitar Rp.46 juta.
“Saya juga tidak mengerti,padahal uang untuk pembelian mesin pompa air itu. Sudah saya berikan kepada pak kuwu sebesar Rp.46 juta,”tegas Artam.
Sementara itu menurut Eman kasi Kesejahteraan atau biasa disebut ambang Mindi mengatakan. Kendala belum bisa dimanfaatkannya dari pembangunan Irpom. Hal tersebut belum adanya alat penyedot air. Dan alat atau mesin penyedot air tersebut kata Eman, harus terlebih dahulu pesan ke pihak Dinas Pertanian.
“Kalau kita yang nyari tidak ketemu mesin yang sesuai dengan spesifikasi, seperti ituJadi kita percayakan yang membeli alat penyedot air itu pihak dinas saja,”tukas Eman.
Nilai bantuan program Irpom untuk kelompok tani Renghas sendiri kata ambang Eman yakni sekitar Rp.153 juta. (Bisri).