Laporan Untuk Kapolri, Biaya Jadi Anggota Polri Masih Mahal

 

Ringsatu-Majalengka-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menggaungkan slogan Bersih,Transparan,Akuntabel dan Humanis (BETAH). Dalam proses rekruitmen pendaftaran calon anggota Polri tahun 2023. Slogan tersebut menurut Kapolri untuk mencegah adanya pungli terhadap pendaftar calon anggota Polri.Dan mematahkan anggapan mau jadi Polisi harus bayar mahal.

Animo masyarakat yang ingin jadi anggota Polri sendiri masih terbilang tinggi,tahun 2023 ini saja tercatat ada 154 ribu lebih pendaftar yang masuk seleksi penerimaan calon anggota Polri. Demikian disampaikan Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM) Irjen Pol. Dedi Prasetyo yang dikutip dari kantor berita Antara.

Slogan BETAH dalam proses rekruitmen pendaftar calon anggota Polri.

Sepertinya belum sepenuhnya terlaksana, pasalnya wartawan media ini menemukan adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan suap.Dalam proses rekruitmen pendaftaran calon anggota Polri yang menimpa RDO warga Kadungora Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Pada seleksi pendaftaran calon anggota Polri tahun 2023 ini.

Tak tanggung-tanggung oknum yang diduga membantu meloloskan RDO sebagai calon anggota Polri. Adalah anggota Polisi berpangkat Bripka IYS yang berdinas di Polsek Palasah Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.

Menurut keterangan AGS yang mengaku mempertemukan orangtua RDO dengan IYS mengatakan. Awalnya ia kenal dengan NTO warga Bandung yang menyampaikan kepadanya. Bahwa saudaranya NTO yakni ATR ibu dari RDO berkeinginan anaknya bisa masuk jadi anggota Polri.

“Lalu saya sambungkan dengan IYS karena IYS ini infonya sering memasukan orang-orang yang ingin jadi anggota Polri. Dan orang yang dibawa IYS ini konon katanya selalu berhasil menjadi anggota Polri.”Ungkap AGS, saat ditemui dirumahnya yang berada didesa Gunungsari Kasokandel Majalengka, Sabtu (19/8/2023).

Dikatakan AGS,sebelum ia mempertemukan orang tua RDO dengan IYS,AGS sebelumnya sudah menanyakan kepada IYS. Perihal biaya yang mesti dikeluarkan oleh orang tua RDO jika anaknya ingin lolos jadi anggota Polri.

“Saat itu IYS mengatakan kepada saya, biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua RDO Rp.300 juta” Ucap AGS.

Dengan biaya Rp. 300 juta lanjut AGS, kata IYS itu sudah bersih. Bahkan IYS menjanjikan akan memberi fee kepada AGS jika IYS sudah menerima uang dari orang tua RDO.

“Akhirnya antara orang tua RDO dengan IYS mereka ketemu,dan orang tua RDO diajak oleh IYS ke Indramayu untuk bertemu dengan kenalan IYS. Dan kenalan IYS ini katanya orang penting yang akan membantu meloloskan RDO jadi anggota Polri”.Papar AGS.

Saat orang tua RDO diajak IYS ke Indramayu, AGS mengaku tidak ikut.Hanya saja informasi yang menyebutkan orangtua RDO diajak ke Indramayu oleh IYS. Hal ini dikatakan NTO kepada AGS sebab saat itu NTO ikut ke Indramayu.

Baca Juga
1 of 58

“NTO itu kan saudaranya orang tua RDO makanya dia diajak ke Indramayu. Dan dari keterangan NTO ke saya, di Indramayu orang tua RDO telah menyerahkan uang kepada IYS sebesar Rp.250 juta” Jelas AGS.

Ditambahkan oleh AGS, karena pemberian uang Rp. 250 juta itu dianggap masih kurang oleh IYS. Kemudian IYS kata AGS kembali meminta tambahan uang Rp.250 juta lagi kepada orang tua RDO.

“Tapi karena orang tua RDO tidak punya uang, akhirnya orang tua RDO menitipkan sertifikat tanah kepada IYS sebagai jaminan.”Tutur AGS.

Diakui oleh AGS, sebelumnya ia telah menerima uang Rp.10 juta dari orang tua RDO. Dan uang tersebut kata AGS untuk operasional wara wiri ngurus RDO.

“Permintaan uang Rp.10 juta itu juga atas suruhan IYS. Agar saya minta uang kepada orang tua RDO untuk biaya operasional ngantar RDO ke sana kemari. Dari uang Rp.10 juta itu kemudian dibagi-bagi dengan rekan saya. Dan saya kebagian Rp.1,5 juta sedangkan IYS kebagian Rp.3 juta.” Lanjut AGS.

Sementara itu, Bripka IYS saat dikonfirmasi ditempat dinasnya, Minggu (20/8/2023) membantah semua tuduhan AGS yang dialamatkan kepada dirinya.

Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah menerima pemberian apapun dari orang tua RDO.

“Demi Allah saya tidak pernah menerima pemberian apapun dari orang tua RDO. Justru saya malah rugi ngurus RDO kesana kemari pakai uang pribadi saya. Saya sumpah berani tidak kasih rezeki kalau saya telah menerima pemberian dari orang tua RDO.”Bantah IYS.

Meski demikian IYS mengakui bahwa dirinya ikut membantu RDO dalam proses seleksi pendaftaran calon anggota Polri.

“Ia sekarang RDO sudah ikut pendidikan Polisi, namun semua tuduhan AGS dan rekan-rekannya kepada saya semuanya tidak benar. Termasuk saya dituduh telah menerima jaminan sertifikat dari orang tua RDO itu juga tidak benar.” Tandas IYS.

IYS sendiri tidak menampik jika dirinya telah mengajak orang tua RDO ke Indramayu. Namun kepergian dirinya dengan orang tua RDO ke Indramayu hal ini dikatakan IYS. Untuk bertemu dengan Ferdi pemilik lembaga pendidikan dan bimbingan belajar (Bimbel) bagi orang yang ingin daftar jadi calon anggota Polri.

“Bagi yang ingin daftar Polri sebelumnya mereka kan harus ikut Bimbel dulu. Makanya orang tua RDO saya ajak ke pak Ferdi karena pak Ferdi ini punya lembaga pendidikan dan Bimbel” Beber IYS.

IYS pun menantang kepada AGS dan rekan-rekannya agar bersama-sama untuk menanyakan langsung kepada orang tua RDO. Terkait benar tidaknya dirinya telah menerima pemberian uang dari orang tua RDO.

“Saya inginnya pak AGS dengan rekan-rekannya bersama-sama kita ke orang tua RDO. Untuk menanyakan langsung benar tidak saya telah menerima uang.” Tukas anggota Polisi yang mengaku sudah 10 tahun berdinas di Polsek Palasah ini.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.