KPM BPNT Desa Singawada Merasa Dipaksa Agar Tetap Belanja di E-Warung

 

Ringsatu.id-Majalengka-Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos BPNT atau sembako Desa Singawada Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.

Mengeluhkan terkait mereka tetap harus belanja di e-warung milik Rizal desa setempat. Padahal mereka menginginkan ketika mereka dapat pencairan BPNT secara tunai melalui kantor POS. Dengan nilai Rp.600 ribu untuk bulan januari sampai maret 2022 tersebut mereka diberikan kebebasan untuk berbelanja sembako ke warung manapun.

Terlebih Kementerian Sosial (Kemensos) sendiri, menurut KPM telah mengeluarkan surat edaran. Bahwa KPM BPNT atau sembako boleh belanja kebutuhan pangannya diwarung mana saja.

“Kalau seperti ini kami merasa dipaksa, sebab ketika kami dapat pencairan secara tunai. Dari pihak POS, kami digiring untuk menyerahkan uang tersebut ke pemilik e warong.”Ungkap salah satu KPM BPNT desa Singawada yang namanya minta tidak disebutkan ini, Kamis (24/2/2022). “Padahal yang tahu betul kebutuhan sembako ya kami bukan e-warung.” Lanjutnya.

Dikatakan sumber, saat pencairan secara tunai yang bertempat disalah satu ruangan bale desa. Pemilik e-warung sudah menunggui mereka dan setelah cair mereka digiring masuk dan menyerahkan uangnya kepada pemilik e-warung.

“Enak sekali itu pemlik e-warung, uang kami diminta tapi sembakonya tidak ada. Ini kan sama saja kita yang ngasih modal ke e-warung.”Sindirnya.

Baca Juga
1 of 58

Sementara itu, Rizal pemilik e-warung yang sudah stanbay disalah satu ruangan balai desa Singawada. Dengan didepannya sudah ada tumpukan uang milik KPM BPNT yang telah dimintanya. Mengakui bahwa dirinya sedang menjemput bola atau menawarkan barang sembako kepada KPM BPNT.

“Saya kan punya barang jadi saya tawarkan kepada KPM agar mereka belanja diwarung saya. Arahannya kan seperti itu mereka harus belanja komoditi sembako.”Ujar Rizal.

Lucunya saat ditanyakan kapan sembako itu diberikan kepada KPM.

Rizal mengatakan besok atau lusa.
Saat ditanyakan berapa jumlah KPM BPNT desa Singawada, Rizal menjawab ada sekitar 200an KPM.

“Saya tidak memaksa mereka belanja ke warung saya, saya hanya menawarkan kepada mereka. Yang secara kebetulan saya punya barangnya.”Tutur Rizal.

Sementara itu, Kuwu (Kades) Singawada, Hj. Neneng Arnengsih saat sedang memantau pencairan BPNT mengatakan. Bahwa dirinya tidak mengetahui setelah KPM menerima pencairan secara tunai mereka akan berbelanja kemana.

“Saya tidak tahu mereka akan belanja kemana, saya hanya memantau saja pencairan BPNT.”Terang kuwu Singawada ini.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.