Diterima Sebagai Siswa MAN 2 Majalengka, Siswa Baru Dibebankan Harus Bayar Infak

 

Ringsatu.id-Majalengka-Kebijakan MAN 2 atau MAN Rajagaluh Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat dengan membebankan Infak Rp.500 ribu kepada siswa baru.

Mendapat tanggapan miring dan juga rasa keberatan oleh sejumlah orangtua siswa baru.

Menurut penuturan sejumlah orangtua siswa baru kepada wartawan media ini beberapa hari lalu mengatakan.

Selain harus membayar uang infak sebesar Rp.500 ribu per-siswa mereka juga diharuskan bayar uang lainnya. Dengan total jumlah yang harus dibayar oleh orangtua siswa baru yakni sebesar Rp.1,750 (Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

“Yang namanya infak itukan ngasih semampunya, tidak ditarget dan nominalnya pun ya seikhlasnya. Tapi ini judulnya infak tapi ngasihnya harus Rp.500 ribu, ini infak atau iuran paksa.”Sindir salah satu orangtua siswa berinisial A ini.

Selain menyoal uang infak Rp.500 ribu, ia pun mengeluhkan terkait jumlah nominal uang yang harus ia bayarkan.

“Selain harus bayar infak Rp.500 ribu, kami juga harus bayar biaya untuk baju seragam sekolah juga lainnya. Hingga total dengan uang infak menjadi Rp.1,750 juta persiswa.”keluh A.

Kebijakan pihak MAN 2 Majalengka dengan menarik biaya Rp 500 ribu kepada siswa baru dengan dalih infak. Rupanya sudah terjadi pada penerimaan siswa baru ditahun sebelumnya.

Hal ini terungkap dari pengakuan ke tiga orang wakasek MAN 2 Majalengka yakni Wakasek Humas Engkos, Wakasek Sarpras Juju dan Wakasek Kesiswaan Aman. Saat ketiganya ditemui diruangan Humas, Senin (8/8/2022) mengatakan. Bahwa pihak MAN 2 Majalengka dengan menarik uang infak dari siswa baru sebesar Rp.500 ribu sudah diterapkan 1 tahun lalu.

“Penarikan uang Rp.500 ribu sudah berjalan 1 tahun lalu dan dilanjutkan pada penerimaan siswa baru tahun ajaran ini. Dan uang itu untuk sumbangan pembangunan Masjid yang ada disekolah ini.Ujar Engkos Wakasek Humas ini.

Baca Juga
1 of 58

Dikatakannya, bahwa pihak MAN 2 Majalengka sendiri menurut Engkos tidak memaksa orangtua siswa baru untuk membayar Rp.500 ribu.

“Kami tidak pernah memaksa siswa baru harus bayar segitu. Kalau mampu silahkan bayar tidak mampu ya bisa bicara secara baik-baik kepada kami.”lanjutnya.

Jumlah siswa yang telah membayar sumbangan untuk pembangunan Masjid pada tahun lalu sendiri menurut Engkos ada sekitar 340 an siswa.

Sedangkan jumlah siswa baru untuk tahun ini ada sekitar 333 an siswa.

Ditambahkan oleh Juju Wakasek Sarpras bahwa penarikan uang Rp.500 ribu kepada siswa baru. Hal ini menurutnya sudah hasil musyawarah dan juga kesepakatan antara orangtua siswa dengan Komite sekolah.

Sementara menurut Aman Wakasek Kesiswaan mengatakan. Yang menyumbang untuk pembangunan Masjid tidak hanya diterapkan kepada siswa baru tapi para guru MAN 2 Majalengka pun ikut menyumbang.

Saat ditanyakan berapa ukuran atau luas Masjid yang sedang dibangun tersebut.

Dijawab oleh Engkos bahwa ukuran Masjid yang sedang dibangun baru sekitar 30 persen. Sementara untuk ukurannya ia mengaku kurang faham, namun luas Masjid tersebut menurut Juju seukuran 2 ruang kelas jika satukan.

“Masjid itu rencananya akan ditingkat, mengingatkan jumlah siswa sendiri mencapai 1000 an siswa lebih”. Ujar Juju.

Pantauan wartawan sendiri saat melihat pembangunan Masjid yang berada di lingkungan MAN 2 Majalengka tersebut.

Terlihat jelas bahwa posisi Masjid tersebut tepat berada dibawah disaluran Listrik bertegangan tinggi atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet). Sehingga jika Masjid tersebut akan ditingkat tentunya akan sangat membahayakan. (Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.