Desak BBWS Evaluasi Pekerjaan P3-TGAI Desa Lame Yang Diduga Diborongkan
Ringsatu.id-Majalengka-Pekerjaan Peningkatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari BBWS Cirebon yang mestinya dikerjakan secara swakelola. Oleh kelompok tani dan anggotanya sebagai penerima bantuan.
Namun hal ini berbeda dengan kejadian yang terjadi di Desa Lame Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Salah satu desa atau kelompok tani Sawah Luhur yang berada didesa Lame dapat bantuan P3-TGAI BBWS.
Akan tetapi pekerjaan P3-TGAI tersebut diduga kuat tidak dilaksanakan oleh kelompok tani Sawah Luhur. Namun diduga pekerjaan tersebut dipihak ketigakan alias diborongkan..
Hal ini terungkap setelah wartawan media ini melakukan wawancara dengan sejumlah pekerja dilokasi P3-TGAI blok Sawah Luhur, Senin (31/10/2022).
Menurut keterangan dari salah satu pekerja yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan. Bahwa pekerjaan P3-TGAI desa Lame tidak melibatkan ketua kelompok tani dan anggotanya. Dan ketika mereka ditanya siapa ketua kelompok taninya,mereka menjawab serempak mengatakan tidak tahu.
“Pekerjaan ini tidak melibatkan kelompok tani pak, ketua pekerjanya pak Ace orang Gunungkuning.”Ujar salah satu pekerja.
Dari sekian banyak pekerja dilokasi pekerjaan P3-TGAI desa Lame. Rata-rata mereka mengaku dari luar Leuwimunding.
“Saya dan 2 teman saya dari Gunungkuning, ada juga yang dari Majalengka serta Padahanten Sukahaji.
Tapi ada 4 orang dari desa Lamenya tapi mereka bukan anggota kelompok tani.”Papar sumber.
Ketika ditanya dapat upah berapa selama mereka bekerja di proyek P3-TGAI?
Mereka serempak mengatakan tidak tahu mereka dibayar berapa perharinya oleh pemborong.
“Saya sudah 1 minggu ikut kerja tapi belum dapat bayaran, dan kami tidak tahu dibayar berapa perharinya.” Jelasnya.
Sementara itu, Akip Sumarna kuwu (Kades) Lame saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya (WA), Senin (31/10/2022). Ia membantah jika pekerjaan P3-TGAI BBWS tersebut diborongkan alias dipihak ketiga-kan.
“Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar, saya menggunakan tenaga ahli dari luar itu pun sepengetahuan kelompok. Bahkan sudah menawarkan ke orang daerah setempat.” Kata Akip Sumarna.
Ketika didesak apakah harus ada tenaga ahli dengan pekerjaan itu? Lalu berapa orang tenaga ahli yang undang tersebut?
Dijawab oleh kuwu Lame tersebut dengan mengatakan. Saya tidak mau disetiap pekerjaan asal-asalan, maksud tenaga ahli disini yang bisa mengatur pekerjaaan. Jawabnya.
Selain itu, Akip juga memberikan alasan terkait dia mendatangkan yang disebutnya tenaga ahli.
Pertama menurutnya, kalau orang setempat (warga Lame) sering menyepelekan pekerjaan.
“Itu pun saya sudah sonding ke orang Lame terutama Gapoktan. Seiring pengalaman saya di beberapa kali pekerjaan selalu seperti itu.” Tulis kuwu Lame ini.
Saat ditanyakan siapa ketua kelompok tani Sawah Luhur yang kini dapat bantuan P3-TGAI tersebut. Dijawab oleh Akip yakni Leman.
“Bahkan dia pun sering ke lokasi ikut kerja juga kemarin pun ketika butuh bambu.Kelompok tani yang mencari bambunya,kalau memang di borongkan ngapain mereka ikut kerja.”Tutur Akip.
Sementara,keterangan dari sejumlah pengurus kelompok tani yang saat ini dapat bantuan P3-TGA BBWS. Mereka mengakui adanya potongan sebesar 20 persen dari nilai anggaran bantuan sebesar Rp.195 juta. Yang disetorkan kepada oknum pengurus dari partai pengusung bantuan.
Sementara itu, aktivis anti Korupsi Cirebon Raya Zeki Mulyadi, saat diminta komentarnya terkait paket pekerjaan P3-TGAI BBWS di desa Lame yang diduga dipihak ketiga-kan alias diborongkan mengatakan. Pihaknya mendesak agar pihak BBWS Cirebon dan pihak-pihak terkait lainnya untuk segera mengevaluasi kembali bantuan P3-TGAI untuk desa Lame. Sebab menurutnya jika benar pekerjaan tersebut diborongkan maka itu sudah menyalahi aturan.
“Yang mengajukan bantuan kan kelompok tani, berati mereka yang butuh. Tapi ini malah diduga diborongkan berarti nanti pelaporannya (LPJ) juga diduga dimanipulasi. Dan itu menyalahi aturan.”Jelas Zeki Mulyadi.
“Kami mendesak agar pihak BBWS dan juga pihak-pihak terkait lainnya untuk turun tangan dan segera mengevaluasi kembali bantuan P3-TGAI untuk desa Lame.”Tegas Aktivis Anti Korupsi Cirebon Raya ini.
Dikatakan Zeki, jika kuwu Akip dia mendatangkan tenaga ahli untuk pekerjaan P3-TGAI.
Menurutnya ucapan kuwu Akip tersebut itu agak aneh dan lucu. Sebab pihak BBWS sendiri sudah menyiapkan tenaga ahlinya yakni sarjana pendamping pada setiap titik pekerjaan P3-TGAI.
“Pihak BBWS sendiri kan sudah merekrut tenaga ahli yakni sarjana pendamping.
Masa kuwu merekrut tenaga ahli lagi,menurut kami itu menggelikan.” Pungkas Zeki Mulyadi (Bisri).