Anggaran Rehabilitasi Ruas Jalan Penghubung Cirebon-Majalengka Dipertanyakan
Ringsatu-Majalengka-Ruas jalan penghubung Cirebon-Majalengka Provinsi Jawa Barat saat ini tengah direhabilitasi dengan cara dihotmix.
Dari pantuan wartawan media ini kelokasi pekerjaan rehabilitasi, terlihat pekerjaan penghotmixan jalan dimulai persis dijembatan penghubung antara Cirebon dengan Majalengka. Atau tepatnya masuk wilayah desa Lengkong Wetan Kecamatan Sindangwangi hingga sampai depan RM. Neng Euis.
Disatu sisi masyarakat pengguna jalan merasa senang jika jalan tersebut diperbaiki. Pasalnya ruas jalan tersebut sebelumnya rusak dan dipenuhi lubang yang menganga.
Dengan banyaknya lubang disepanjang ruas jalan penghubung Cirebon-Majalengka tersebut tentunya sangat membahayakan bagi pengguna kendaraan khususnya roda dua.
Disisi lain masyarakat pun mempertanyakan anggaran rehabilitasi jalan penghubung antara Cirebon-Majalengka tersebut.
Pasalnya mereka tidak melihat papan informasi terkait kegiatan pekerjaan tersebut.
Padahal menurut salah satu aktivis anti korupsi jawa barat, Setiaji yang juga salah satu pengurus LSM. Dan juga warga Sindangwangi mengatakan, bahwa setiap pengguna anggaran negara maka pelaksana kegiatan wajib memangpangkan papan informasi kegiatan.
Hal ini menurut Setiaji sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No.14 tahun 2008.
“Papan informasi proyek atau kegiatan pekerjaan sangat perlu dipublikasikan. Hal ini supaya masyarakat luas tahu sumber anggaran dan volume dari pekerjaan tersebut.”Jelas Setiaji, Kamis (13/4/2023).
Jika benar pihak pelaksana kegiatan pekerjaan rehabilitasi jalan penghubung Cirebon-Majalengka tidak memasang papan informasi. Selaku aktivis anti korupsi tentunya ia menyayangkan.
“Kami minta anggaran rehabilitasi jalan penghubung Cirebon-Majalengka itu jangan ditutup-tupi. Buka saja kepada masyarakat, justru kalau ditutupi masyarakat akan semakin curiga.”Ujar
aktivis anti korupsi asal Sindangwangi ini.
Sementara itu, diperoleh keterangan dari pelaksana rehabilitasi jalan penghubung Cirebon-Majalengka yakni Nurkamal atau biasa disapa Nunung. Hal ini setelah wartawan media ini melakukan komunikasi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya (WA) Nurkamal, Kamis (13/4/2023).
Dari keterangan pelaksana rehabilitasi jalan penghubung Cirebon -Majalengka, Nurkamal mengatakan selaku pelaksana kegiatan yakni PT. Bina Cipta Utama.
Sedangkan anggarannya sendiri Rp.18,7 miliar, dengan panjang jalan atau volume yang akan dihotmix mencapai 15,747 km.
Sedangkan lebar jalan penghubung Cirebon-Majalengka menurut Nurkamal yakni 6 meter. Dan ketebalan hotmixnya lanjut Nurkamal yakni 4 cm.
Dan untuk masa pekerjaannya kata pelaksana yakni 150 hari kalender.
Meski demikian ia membantah, bahwa pekerjaan hotmix dihalaman depan RM. Neng Euis. Bukan bagian dari pekerjaannya.
Sebelumnya ada informasi jika halaman RM. Neng Euis yang juga di hotmix adalah bagian dari pekerjaan hotmix jalan penghubung Cirebon -Majalengka.
“Itu bukan bagian dari pekerjaan saya, lihat saja jenis hotmixnya juga berbeda.
Kami menggunakan jenis hotmix ac wc sedangan hotmix dihalaman RM. Neng Euis itu berbeda. Silahkan langsung tanyakan saja supaya terang benderang.” Jelas Nurkamal.
Sementara pihak RM. Neng Euis sendiri mengakui jika kegiatan hotmix dihalaman rumah makannya. Bukan bagian dari pekerjaan rehabilitasi jalan penghubung Cirebon-Majalengka.
“Pekerjaan hotmix ini beda pak, kami biaya sendiri. Dan pelaksananya pak Bagja dari Cirebon dan kami bayar sekitar Rp. 21 juta ke pak Bagja.” Terang salah satu karyawan RM. Neng Euis yang namanya minta tidak mau disebutkan ini. (Bisri).