Oknum Pengurus Ponpes di Leuwimunding Diduga Lakukan Pelecehan

 

Ringsatu.id-Majalengka-Masyarakat di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat beberapa hari lalu digegerkan. Dengan merebaknya informasi yang menyebutkan bahwa salah satu pengurus pondok pesantren (Ponpes) berinisial HAH diduga telah melakukan pelecehan terhadap salah satu santrinya sebut saja Bunga.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan awak media ini menyebutkan, jika korban dugaan pelecehan yang dilakukan HAH bukan hanya kepada Bunga saja melainkan ada 7 santri lainnya termasuk Bunga.

Namun menurut narasumber mengatakan, yang membuat pengaduan ke pihak desa hanya Bunga.

Selain itu menurut keterangan dari salah satu perangkat desa yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan. Bahwa kejadian dugaan pelecehan yang menimpa Bunga tersebut sudah diselesaikan ditingkat desa.

“Masalahnya sudah diselesaikan ditingkat desa dengan disaksikan beberapa tokoh masyarakat juga ada dari pihak Polsek dan Bhabinsa.”Ujar sumber.

Baca Juga
1 of 58

Dikatakan sumber, dari hasil kesepakatan antara pelaku dugaan pelecehan yakni HAH denan pihak korban. Juga disaksikan beberapa tokoh masyarakat dibuat lah surat pernyataan bersama.

“Isi suratnya yakni pelaku diminta untuk tidak lagi tinggal di Lewimunding dan aktifitas Ponpesnya juga ditutup sementara.”Jelas sumber.

Sementara menurut informasi yang didapat wartawan media ini menyebutkan, jika kejadian HAH diduga melakukan pelecehan Bunga. Terjadi pada hari sabtu (12/2/2022) lalu. Saat itu HAH diduga telah meraba bagian dada Bunga, sehingga dengan kejadian tersebut Bunga menjadi trauma dan takut terhadap HAH.

Pelaku sendiri diketahui bukan asli Leuwimunding namun kelahiran Indramayu dan belakangan diketahui.

Selain pengurus pondok pesantren HAH juga adalah kepala KUA diwilayah Indramayu.

Sementara itu,saat wartawan media ini berusaha konfirmasi dengan menghubungi ke nomer WhatsApp (WA) HAH Rabu (23/3/2022). Dengan mengirimkan pesan singkat guna menanyakan benar tidaknya HAH diduga melakukan pelecehan. Namun hingga berita ini diterbitkan HAH tidak pernah menjawabnya.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.