PARAH, Sekdes CISETU Perjual Belikan Proyek Desa

 

RINGSATU-MAJALENGKA-Proyek atau pekerjaan desa yang mestinya dikerjakan secara swakelola dengan menitik beratkan pemberdayaan masyarakat desa setempat. Ironisnya banyak diantaranya proyek desa yang sumber anggarannya bantuan keuangan dari Pemerintah daerah atau pusat. Akan tetapi pekerjaan desa tersebut malah dijual belikan kepada pihak ketiga alias pemborong.

Bahkan ada pihak desa yang lebih dulu meminta uang atau istilahnya meminjam dana talang kepada pemborong. Dengan janji si pemborong akan diberikan pekerjaan desa. Seperti yang dialami oleh Ikin warga Desa Sindangwasa, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini.

Ia mengaku diminta uang oleh Lala sekretaris desa (Sekdes) Cisetu kecamatan Rajagaluh Majalengka. Sebesar Rp.20 juta pada tanggal 8 maret 2023 lalu.

Setelah di minta uang Rp.20 juta oleh Sekdes Lala, Ikin mengaku di janjikan akan diberikan pekerjaan desa.

“Proyek atau pekerjaan desa yang dijanjikan oleh Ulis atau Sekdes Lala pada saya yakni pekerjaan hotmix bantuan provinsi (Banprov). Dan pekerjaan desa lainnya yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2024,”ungkap Ikin saat ditemui dirumahnya, Sabtu (2/8/2025).

Namun Ikin merasa dibohongi oleh Sekdes Lala,pasalnya hingga petengahan 2025 ini. Ia tidak pernah diberikan pekerjaan desa sesuai perjanjian yang diberikan Sekdes Lala kepada dirinya.

“Saya sudah berulang kali menanyakan janji ulis Lala yang akan memberikan pekerjaan desanya. Tapi setiap ditanyakan selalu tidak ada jawaban yang pasti,bahkan sekarang ulis Lala sulit dihubungi,”keluh Ikin.

Dikatakan Ikin, saat Sekdes Lala minta uang Rp.20 juta kepada dirinya.

Baca Juga
1 of 58

Semua bukti penyerahan uang tersebut ia catat di selembar kwitansi dan ditandatangani oleh Sekdes Lala diatas materai.

“Foto ulis Lala sedang menghitung uang dari saya pun ada,”terang Ikin.

Ikin hanya meminta, ketika Sekdes Lala tidak bisa membuktikan janjinya untuk memberikan pekerjaan desa. Ia meminta agar Sekdes Lala untuk segera mengembalikan uangnya.

“Saya hanya minta uang saya dikembalikan, ketika ulis Lala tidak bisa memberikan pekerjaan desa sesuai janjninya”,tegasnya.

Hingga saat ini Sekdes Lala belum memberikan keterangan kepada wartawan media ini. Terkait dia meminta uang kepada Ikin dengan janji akan memberikan pekerjaan desa. Pasalnya, Sekdes Lala sulit dihubungin padahal nomer telepon WhatsAppnya sedang aktif.

Begitu pula kuwu Cisetu, Iwan ketika diminta komentar dan tanggapannya terkait perbuatan bawahannya sekaligus adiknya tersebut. Kuwu Iwan tidak merespon telepon dan pesan singkat yang dikirimkan wartawan media ini ke nomer WhatsAppnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan dari warga Cisetu menyebutkan. Jika Sekdes Lala sudah jarang ngantor semenjak ia menikah dengan orang Parapatan sekitar 1 tahun lalu. Dengan jarangnya Sekdes Lala ke balai desa, hal tersebut membuat kecemburuan antar perangkat desa lainnya.

Disatu sisi perangkat desa yang lain dituntut bekerja maksimal. Namun, Sekdes Lala sendiri malah jarang datang dan bekerja layaknya seorang perangkat desa.

Harusnya kata warga, kuwu Iwan harus bertindak tegas terhadap Sekdesnya tersebut
Ketika Sekdes Lala sudah lalai dan jarang masuk kerja selaku pelayan masyarakat.

“Jangan karena ulis Lala itu adiknya kuwu lalu dia bekerja se-enaknya saja.Kuwu harus bertindak tegas, terhadap cara kerja ulis Lala yang sudah jarang ngantor dan lalai dalam tugasnya sebagai pelayan masyarakat,”tandas salah satu warga Cisetu yang namanya enggan disebutkan ini. (Bisri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.