Pendamping Program Rutilahu Desa Parakan Diduga Nyambi Jadi Penyedia Material
Ringsatu.id-Majalengka-Sejumlah penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Desa Parakan Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat mengaku bingung. Setelah mereka dapat bahan material kusen yang secara tiba-tiba datang ke rumah mereka.
Yang membuat mereka bingung, kusen yang mereka terima ada dua jenis. Yang satu terbut dari kayu dan satunya terbuat dari coran atau beton.
Padahal sebelumnya mereka mengaku tidak pernah memesannya.
“Saya tidak pernah memesan kusen coran tapi tiba-tiba sudah dikirim, padahal kusen dirumah saya masih bagus. Jadi saya berniat untuk tidak mengganti. Mending ditukar dengan material lain saja.”Ujar Ranta warga Blok Minggu desa Parakan ini. Kamis (21/7/2022).
Hal yang sama dikatakan Ijah yang masih warga blok Minggu pun mengaku bingung tiba-tiba ia sudah dikirim kusen coran.
Sementara kebingunan yang sama dirasakan pula oleh Jumadi warga blok Jumat RT 03 RW. 07 yang juga dapat bantuan Rutilahu.
“Saya kan pesannya hanya 2 lubang kusen tapi yang datang kok 5 buah. 2 lubang kusen dari kayu dan 3 lubang kusen dari coran. Jadi yang mana yang mesti saya dipasang .”Ucap Jumadi dengan nada kebingungan.
Sementara menurut Nova yang mengaku ditunjuk sebagai penyedia bahan material kusen dari kayu. Untuk menyuplai kebutuhan program Rutilahu desa Parakan.
Mengaku dirugikan oleh penyuplai dari luar desanya yang ikut-ikutan menyuplai kusen coran.
Padahal dirinya mengaku jauh-jauh hari ia telah ditunjuk oleh pihak desa untuk jadi penyuplai kebutuhan kusen Rutilahu didesanya.
“Jauh sebelum program ini datang,saya sudah mempersiapkan dengan membuat puluhan kusen dari kayu.
Tapi ini kok malah ada yang masuk ikut-ikutan menyuplai kusen coran. Terus terang saya sudah keluar uang banyak dan saya merasa telah dirugikan.”Jelas Nova.
Sebenarnya ia tidak mempermasalahan jika ada orang lain yang ikut menyuplai kusen. Hanya saja dia meminta agar sebelumnya kordinasi dengan dirinya Hal ini menurutnya agar jelas mekanisme pembagiannya.
“Ini tiba-tiba sudah ada yang ikut memasukan kusen coran untuk Rutilahu tanpa kordinasi dulu dengan saya.” Tegasnya.
Dikatakan Noval, sebagai warga asli Parakan sebenarnya dirinya lah yang paling berhak untuk menyuplai bahan material kusen untuk Rutilahu yang ada di desanya.
Sementara itu, menurut ketua LPM desa Parakan Agus Albahri (59) mengatakan.
Untuk program Rutilahu yang diterima desa Parakan sebanyak 20 unit. Dengan anggaran sebesar Rp. 17,5 juta per unitnya.
“KPM menerima material, dengan rincian Rp. 2 juta untuk bayar tukang dan Rp. 500 ribu untuk administrasi. Sisanya ya untuk material. ” Jelas Agus.
Saat disinggung terkait adanya pengiriman kusen coran dan kusen kayu yang terlah diterima program Rutilahu.
Hal ini menurut Agus karena adanya miss komunikasi dengan dirinya saja.
Saat kembali ditanyakan siapa orangnya yang telah mengirim kusen coran kepada penerima Rutilahu desa Parakan.
Padahal didesa Parakan sendiri sudah ada penyuplai kusennya.
Dijawab oleh Agus penyuplai kusen coran adalah kenalanya Pendamping atau Fasilitator Rutilahu yakni Vidi.
“Yang ngirimnya kenalannya pendamping Rutilahu pak Vidi dari Majalengka.Tapi keduanya saya setop dulu baik yang dari putra daerah atau dari luar. Tutur Agus.
Dikatakannya, memang sebelumnya pihak pendamping sudah kordinasi dengan dirinya bahwa ada kenalan pendamping akan ikut jadi penyuplai kusen.
“Namun saat itu tidak rinci, dan saya juga tidak tahu apakah antara kusen dan jendela itu satu paket. Dan kusen coran yang kadung sudah dikirim saya arahkan untuk dikirim kepada yang belum dapat pembagian kusen.”Beber pria 58 tahun ini.
“Dan pengirimannya sementara saya setop dulu baik dari kusen coran dan kayu. ” Kata Agus.
Disampaikannya, bahwa hari ini pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pendamping juga Nova selaku putra daerah. Hal ini menurutnya akan menyelesaikan terkait adanya dua pengiriman kusen coran dan kusen kayu.
Sementara Vidi Adikrisna saat dihubungi melalui pesan singkat ke nomer Whatsappnya (WA), Kamis (21/7/2022) mengelak. Bahwa dirinya tidak merasa telah mengirim kusen coran kepada penerima program Rutilahu desa Parakan.
“Bukan dari saya, itu hanya salah persepsi. Dan semua sudah di clear kan dengan disaksikan Bhabinkamtibmas juga yang lainnya. Silahkan untuk konfirmasi ulang dengan pak Agus selaku ketua LPM. ” Ujar Vidi Adikrisna ini. (Bisri).