Lelang Limbah RSUD Cicalengka Dituding Tidak Transparan
Ringsatu.id-Cirebon-Proses lelang limbah RSUD Cicalengka Bandung Jawa Barat dituding tidak jelas dan transparan. Hal ini dikatakan Sunan Rahmad selaku pemantau dari LSM LPPN-RI setelah pihaknya menerima pengaduan dari salah satu perusahaan yang ikut lelang limbah RSUD nanum dinyatakan tidak lolos. Padahal menurut Sunan, perusahaan yang mengadu kepada pihaknya tersebut telah mengikuti semua aturan dan persyaratan yang diminta pihak RSUD Cicalengka untuk bisa ikut lelang.
“Namun entah kenapa perusahaan yang ngadu ke kami itu dinyatakan tidak lolos ikut lelang. Dan pihak RSUD Cicalengka sendiri tidak menjelaskan penyebab perusahaan si pengadu tidak tidak lolos itu apa.”Ujar Sunan Rahmad saat ditemui disalah satu tempat diwilayah Cirebon,jumat (6/1/2022).
Dikatakan Sunan, belakangan diketahui oleh perusahaan yang mengadu kepada pihaknya, bahwa RSUD Cicalengka malah memenangkan salah satu perusahaan sebagai pemenang lelang limbah tersebut.
“Padahal perusahaan yang mengadu ke kami itu sudah melakukan penawaran dengan harga lelang terendah.Namun justru yang menang lelang malah perusahaan lain”. Jelas anggota LSM LPPN-RI Jakarta ini.
Pihaknya meminta agar proses lelang limbah di RSUD Cicalengka terbuka dan transparan.
“Kami minta agar proses lelang limbah medis di RSUD Cicalengka itu terbuka dan transparan. Hal ini agar semua perusahaan yang ikut lelang tahu dan faham mekanisme dan aturan yang jelas proses lelang di RSUD Cicalengka.”Tandasnya
“Yang jelas perusahaan yang mengadu ke kami itu merasa dirugikan oleh sistem lelang yang telah dilaksanakan oleh pihak RSUD Cicalengka. Karen selama ini perusahaan pengadu tidak diberikan penjelasan penyebab gagalnya ikut proses lelang.”Beber Sunan Rahmad.
Sementara itu, Atun Kabag Umum RSUD Cicalengka saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke nomer WhatsAppnya (WA), jumat (7/1/2022). Dengan mengirimkan beberapa pertanyaan terkait benar tidaknya ada proses lelang limbah di RSUD Cicalengka. Dan bagaimana prosesnya juga berapa jumlah perusahaan yang ikut lelang.
Dijawab oleh Atun dengan mengirimkan agar awak media ini terlebih dahulu mengisi formulir permohonan informasi kepada pihaknya. Yang katanya selanjutnya akan diteruskan kepada pusat infomasi yang ada di RSUD Cicalengka.
Awak media pun menganggap jika harus menunggu informasi sesuai arahan pihak RSUD Cicalengka maka prosesnya akan memakan waktu. Awak media pun berusaha untuk menghubungi Atun melalui telepon WhatsAppnya. Terdengar jawaban Atun bahwa dirinya sedang dipanggil oleh direktur.
“Maaf pak saya sekarang lagi dipanggil pak direktur, jadi mohon izin dulu.”Ujar Atun.
Akhirnya telepon pun dimatikan oleh awak media ini, selang satu jam kemudian awak media kembali menghubungi Atun melalui telepon WhatsAppnya namun tidak pernah diangkat. Bahkan sampai awak media mengirimkan kembali pertanyaan terkait adanya tudingan proses lelang limbah di RSUD Cicalengka tidak transparan. Namun hingga berita ini terbitkan Kabag Umum RSUD Cicalengka tersebut tidak menjawabnya. (Bisri).