Ringsatu-Kuningan-Salah satu tokoh masyarakat Desa Cirea Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat berinisial NN. Akhirnya ikut mengomentari terkait permasalahan di tubuh kelompok tani (Poktan) Harapan Tani 1. Yang saat ini ramai dibicarakan ditengah-tengah masyarkat desa Cirea.Jika pengurus Poktan Harapan Tani 1, mulai dari ketua, sekretaris dan bendahara. Telah bersekongkol untuk menjual sapi hasil bantuan Pemerintah melalui Dinas Peternakan kabupaten Kuningan yang didorong oleh aspirasi Partai Gerindra.
Menurut NN, ia sudah menduga dari awal jika sapi hasil bantuan tersebut. Sengaja dijual atas kesepakatan ketua, sekretaris dan bendahara Poktan Harapan Tani 1.
“Kami menduga sapi-sapi hasil bantuan dari Pemerintah itu sengaja dijual dan itu sudah hasil kesepakatan mereka bertiga. Karena diawal juga yang paling berperan di Poktan itu ya hanya mereka bertiga,Tata sebagai ketua, Dian Sutendi sekretaris dan Kirman sebagai bendahara,” Ungkap NN saat di wawancara beberapa hari lalu.
Dijelaskan NN, bahwa di poktan Harapan Tani 1 juga tidak jelas berapa anggota tani yang ada di kelompok mereka.
“Diawal saja sapi-sapi hasil bantuan itu tidak dalam satu kandang,tapi Kirman selaku bendahara memilihara 2 ekor. Ditempatkan dikandang dekat rumahnya. Begitu juga Tata dan Dian mereka memilihara sapi itu dikandang masing-masing” Jelasnya.
Dikatakan NN, sepengetahuan dirinya bahwa bantuan yang diterima Poktan Harapan Tani 1. Menurutnya adalah berupa uang sebesar Rp.200 juta.
Akan tetapi kata NN, bantuan yang diterima Poktan Harapan Tani 1 hanya Rp.140 juta. Dari anggaran yang diterima Poktan Harapan Tani 1 Rp.140 juta,blanjut NN, kemudian oleh pihak pengurus Poktan Harapan Tani 1. Dibelikan sapi sebanyak 10 ekor.
“Selaku penyedia barangnya yakni seorang pengusaha berinisial DRJ asal desa Singkup. Dan harga 1 ekor sapi itu jika tidak salah yakni Rp.13 juta,” Terang NN.
Sementara itu, Dayat (38) warga desa Patalagan kecamatan Pancalang saat dikonfirmasi dirumahnya, Senin (18/12/2023). Ia mengakui jika dirinya yang membeli 6 ekor sapi milik Poktan Harapan Tani 1 desa Cirea. Meski demikian Dayat mengaku tidak mengetahuinya jika sapi yang ditawarkan Tata kepadanya tersebut. Merupakan sapi hasil bantuan dari Pemerintah.
“Pak Tata tidak berterus terang jika sapi yang dijual kepada saya itu bantuan Pemerintah. Kalau saja dia berterus terang saya pasti tidak akan mau membelinya. Dengan kejadian seperti ini saya jadi kapok dan secara tidak langsung pak Tata telah menjerumuskan saya,”Papar bandar kambing dan sapi ini.
Diakuinya harga 1 ekor sapi milik Poktan Harapan Tani 1 ia beli dengan harga Rp.12,5 juta.
“Dari 6 ekor sapi yang dibeli saya dari pak Tata itu jumlahnya Rp.75 juta.Dan pembayarannya secara kontan, jadi bohong kalau pak Kirman bendahara Poktan ngomong saya baru bayar Rp.12 juta tuh,” Jelas Dayat.
Saat ditanyakan terkait penjualan sapi milik Poktan Harapan Tani 1 itu bulan apa. Dayat mengatakan bahwa ia membeli sapi dari Poktan Harapan Tani 1 itu sekitar juni tahun 2023 lalu. (Bisri).