RINGSATU-KUNINGAN-PEMBANGUNAN gedung serba guna yang tak kunjung selesai disorot warga Desa Cirea,Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Padahal pembangunan gedung serba guna tersebut dilaksanakan sudah sekitar 2 tahun lebih.Lokasi pembangunan gedung tersebut persis didepan balai desa Cirea, dan gedung tersebut sepertinya rancang bertingkat satu.
Menurut keterangan warga Cirea menyebutkan, seharusnya pembangunan gedung serba guna selesai dalam waktu 9 bulan. Hal tersebut menurut warga sesuai dengan nota kesepakatan antara Pemdes Cirea dengan pihak ketiga. Akan tetapi pembangunan gedung tersebut hingga menginjak 2 tahun lebih belum juga selesai.
“Kami menduga kerja sama yang dibangun Pemdes Cirea dengan pemborong atau pihak ketiga ada yang tidak beres. Buktinya pembangunannya tidak berlanjut dan malah terkesan mangkrak. Itukan harusnya selesai dalam 9 bulan pelaksanaannya,”terang salah satu warga Cirea yang namanya tidak bersedia disebutkan ini.
Dengan belum selesainya pembangunan gedung serba guna, lanjut warga. Hal ini membuktikan ada ketidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa oleh kuwu.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan semacam audensi dengan Pemdes Cirea. Kami akan pertanyakan terkait pengelolaan anggaran dana desa juga kinerja perangkat desa selama ini,”tegas narasumber.
Warga juga menyoal terkait penyewaan kolam setu ikan yang disewa oleh Pusantara yang tak lain bapaknya kuwu Cirea Wahyu. Ditambah ketua BUMDes saat ini diketuai oleh kakaknya kuwu Wahyu yakni Dadi.
“Sewa kolam ikan setu sepertinya dimonopoli oleh bapaknya kuwu yakni Pusantara. Ditambah ketua BUMDes malah kakaknya kuwu yakni saudara Dadi, semua ini jelas ada kepentingan keluarga,” terang narasumber.
Sementara itu, Sekretaris desa (Sekdes) Cirea Yoyo Kusnaya (58) saat dikonfirmasi terkait pembangunan gedung serba guna yang dituding mangkrak oleh warga mengatakan.
Bahwa pembangunan gedung serba guna menurutnya tidak mangkrak, sebab akan dilanjutkan dianggaran dana desa tahun 2026.
Meski demikian ia membenarkan saat ini pembangunannya terhenti sudah hampir satu tahun lebih.
“Mungkin terhentinya pembangunan gedung itu ada miss komunikasi antara kuwu dengan pihak ketiga. Pelaksana pembangunan gedung serba guna itu oleh CV. Revan Fajar Pratama. Tapi saya tidak tahu detail MoU antara pelaksana dengan kuwu sebab yang tahu persis itu pak kuwu,”ujar Sekdes Cirea ini, Senin (29/12/2025).
Anggaran untuk pembangunan gedung serba guna sendiri direncanakan mencapai Rp.1,4 miliar. Diakui oleh Yoyo bahwa aturan sebenarnya dana desa tidak boleh digunakan. Untuk membangun gedung serbaguna, namun untuk memuluskannya kata Yoyo laporan penggunaannya di ubah jadi gedung olahraga.
Saat ditanyakan, bahwa sebelum dibangun gedung serba guna sebelumnya ada bangunan PAUD dan Poskesdes. Dan bagaimana berita acara alih fungsinya tersebut.
Pria 58 tahun tersebut mengaku tidak mengetahui berita acara alih fungsi dari gedung PAUD dan Poskesdes tersebut. Yang kemudian dibongkar dan menjadi gedung serba guna.
Terkait sewa kolam ikan setu yang disewa oleh Pusantara yang tak lain bapaknya kuwu. Sekdes Cirea tersebut membenarkan, sebab ditahun 2024 lalu Pemdes Cirea saat itu tengah membutuhkan anggaran untuk perbaikan kolam juga penataan lahan pertanian.
Dan saat itu kata Yoyo, yang siap menyiapkan dana hanya bapaknya kuwu. Dan proses tersebut kata pria 58 tahun tersebut disetujui oleh warga.
“Sewa lahan kolam ikan Setu itu selama 5 tahun dengan nilai sewa Rp20 juta. Kemudian uang hasil sewa itu digunakan untuk perbaikan kolam dan penataan lahan pertanian,”jawab Sekdes Cirea ini.
Ketika ditanyakan apakah benar ketua BUMDes Cirea yang baru adalah kakaknya kuwu Wahyu. Hal tersebut dibenarkkan oleh Yoyo Kusnaya.
“Ia benar ketua BUMDes Cirea yang baru pak Dadi,dan dia adalah kakaknya pak kuwu. Kalau masyarakat menuduh ada kepentingan keluarga, saya tidak mau berkomentar,” tukasnya. (Bisri)