Terkait Kerjasama dengan PKBM Sunan Gunungjati, Begini Keterangan Pihak Ponpes Al-Bahjah

 

Ringsatu.id-Cirebon-Menindak lanjuti pemberitaan PKBM Sunan Gunungjati yang beralamat di jalan Jenderal Sudirman RT. 03 RW. 07 Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat. Yang diduga melakukan penggelembungan data peserta didik.

Wartawan media ini berusaha untuk menggali informasi terkait ucapan Dede Suparman ketua PKBM Sunan Gunungjati yang mengaku bekerjasama dengan ponpes Al-Bahjah dan ponpes diwilayah Cibogo yang membuat peserta didik di PKBM-nya banyak.

Kali ini wartawan media ini mencoba menggali informasi dari ponpes Al-Bahjah yang konon katanya bekerjsama dengan PKBM Sunan Gunungjati. Yang beralamat dijalan Pangeran Cakrabuana Sendang Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Dari keterangan ustaz Maulid ketua divisi pondok pesantren Al-Bahjah saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (13/12/2022) mengatakan. Bahwa ponpes Al-Bahjah sudah bekerjasama dengan pihak PKBM Sunan Gunungjati sejak dari tahun 2019 lalu.

Ia pun membeberkan jumlah santri Al-Bahjah yang mengikuti sekolah non formal atau sekolah paket di PKBM Sunan Gunungjati.

Ustaz Maulid pun tidak lupa menyebutkan jumlah santrinya yang ikut sekolah paket di PKBM Sunan Gunungjati mulai dari tahun 2020, 2021 dan tahun 2022.

“Kita mulai dari santri tahun 2020 yang ikut paket A ada 89, paket B 223 dan paket C setara SMA ada 981 santri.”Ungkap Maulid.

Sedangkan santri tahun 2021 menurutnya, yang ikut paket A ada 50 santri, paket B 203 santri dan paket C ada 152 santri.

“Dan santri yang ikut paket A di PKBM Sunan Gunungjati tahun 2022 adalah 195 santri, paket B 588 dan untuk paket C ada 276 santri.”Beber Maulid.

Disampaikannya untuk kegiatan belajar mengajar pendidikan non formal. Dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu dan ada tutor yang dikirim ke tempatnya dari PKBM Sunan Gunungjati.

Baca Juga
1 of 117

Meski demikian, ia mempersilahkan awak media ini untuk bertanya langsung kepada ketua yayasan PKBM Sunan Gunungjati yakni Nursamad. Hal ini menurutnya supaya lebih jelas terkait PKBM Sunan Gunungjati.

“Kalau dengan ketua PKBM-nya kami jarang komunikasi yang lebih sering komunikasi dengan ketua yayasannya. Coba hubungi langsung dengan ketua yayasannya, yang jelas kami tidak pernah menerima anggaran apapun dari pihak PKBM Sunan Gunungjati.”Papar Maulid yang saat itu didampingi oleh wakil divisinya yakni ustaz Zadit.

Setelah itu, awak media mencoba bertanya kepada wakil divisi pontren yakni Ustaz Zadit. Dengan mengirimkan pertanya kenomer WhatsApp (WA) dengan menanyakan apakah di ponpes Al-Bahjah ada sekolah formalnya.

Namun ustaz Zadit tidak kunjung membalasnya, bahkan sampai ditelepon keesokan harinya Ustaz Zadit tetap tidak mau mengangkat telepon awak media ini.

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh ustaz Ahmad Solehudin (28) divisi pendidikan formal diponpes Al-Bahjah.

Yang menegaskan bahwa setiap santri usia sekolah yang mondok diponpes Al-Bahjah wajib mengikuti pendidikan formalnya dilingkungan ponpes Al-Bahjah.

“Kami kan memiliki pendidikan formalnya mulai dari SD, SMP dan SMA dan setiap santri yang mondok disini wajib mengikuti pendidikan formal ya di ponpes ini.”Jelas Ahmad Solehudin, Rabu (14/12/2022).

Dikatannya, adapun santri yang hanya mengikuti Tahfiz Quran, itupun menurutnya hanya diikuti oleh anak usia 14 tahun ke bawah.

“Dan yang mengikuti Tahfiznya juga hanya orang-orang terdekat dari ponpes ini saja.”Terangnya.

Meski demikian ia sendiri mengaku pernah mendengar jika dibagian divisi pontren bekerjasama dengan salah satu PKBM.

“Tapi kerjasama dengan PKBM mana saya tidak tahu, yang jelas setiap santri usia sekolah yang mondok disini. Maka diwajibkan untuk sekolah formalnya harus disini.” Pungkas ustaz Ahmad Solehudin ini. (Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.