Revitalisasi SDN IV Parakan Disorot: Baja Ringan Tanpa Jaminan Engineering Software

 

 

RINGSATU-MAJALENGKA-Pekerjaan konstruksi atap baja ringan dalam program revitalisasi SDN IV Parakan, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menuai sorotan.

Sorotan muncul setelah pelaksana konstruksi mengakui tidak memberikan dokumen atau jaminan Engineering Software kepada pihak sekolah. Di sisi lain, tenaga yang tengah melakukan pemasangan rangka baja ringan di lokasi juga disebut tidak memiliki sertifikat keahlian pemasangan.

Pengakuan tersebut disampaikan Iwan, selaku pelaksana pekerjaan konstruksi atap baja ringan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (2/9/2026).

“Ya, kami tidak memberikan jaminan Engineering Software. Karena yang belanja material baja ringan juga kepala sekolah. Tenaga ahli yang memiliki sertifikat pemasangan baja ringan itu Pak Agus, namun sekarang sedang berada di Tasik,” ujar Iwan.

Pantauan di lokasi menunjukkan tiga orang tengah melakukan pemasangan rangka baja ringan. Ketiganya, Aep, Sendi, dan Herdi, mengaku tidak memiliki sertifikat keahlian pemasangan rangka baja ringan.

Sendi dan Herdi mengaku berasal dari Tasikmalaya, sedangkan Aep merupakan warga Bandung. Ketiganya menyatakan bekerja berdasarkan perintah Iwan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kompetensi tenaga kerja sekaligus aspek jaminan teknis pekerjaan, mengingat proyek revitalisasi tersebut menggunakan anggaran pemerintah.

Kepala SDN IV Parakan, H. Atta, saat dikonfirmasi pada Kamis (3/9/2026), sempat menyatakan bahwa pihak sekolah telah menerima jaminan Engineering Software dari pelaksana.

Namun, ketika diminta memperlihatkan dokumen tersebut, ia belum dapat menunjukkannya.

“Iya, kalau memang harus ada jaminan Engineering Software, saya akan segera meminta kepada pelaksana,” kata H. Atta.

H. Atta juga membenarkan bahwa pembelian material baja ringan dilakukan oleh pihak sekolah.

Sementara itu, hasil pantauan di lokasi menunjukkan material baja ringan yang akan digunakan tidak terlihat mencantumkan label SNI pada bagian material yang dapat diamati.

Baca Juga
1 of 58

Temuan tersebut belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai pelanggaran standar karena diperlukan pemeriksaan teknis dan dokumen spesifikasi untuk memastikan kesesuaian material dengan persyaratan pekerjaan.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah adanya permintaan uang sebesar Rp10.000 per siswa. Dana tersebut disebut diperuntukkan membantu penyediaan kopi dan makanan bagi pekerja.

H. Atta membantah bahwa pemberian tersebut merupakan pungutan. Ia menyebut uang itu sebagai sedekah dan menegaskan tidak ada unsur paksaan.

“Iya, itu bukan pungutan, tapi hanya sedekah dan tidak ada paksaan,” ujarnya.

Namun, seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan dengan adanya permintaan tersebut.

Menurutnya, kebutuhan konsumsi pekerja semestinya tidak dibebankan kepada orang tua siswa.

“Itu kan ada anggarannya. Masa buat memberikan kopi dan makanan harus minta kepada orang tua siswa. Kami terus terang keberatan. Kalau tidak ada uang, jangankan Rp10 ribu, seribu rupiah pun kami tidak punya,” ungkapnya.

SDN IV Parakan diketahui mendapatkan bantuan program revitalisasi dengan nilai lebih dari Rp1 miliar.

Dengan adanya sejumlah temuan tersebut, transparansi mengenai spesifikasi material, dokumen jaminan teknis, kompetensi tenaga pemasang, serta mekanisme pengadaan dan pembiayaan pekerjaan menjadi penting untuk dijelaskan kepada publik.

Terlebih, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program yang menggunakan anggaran negara.

Pihak sekolah, pelaksana pekerjaan, maupun instansi terkait perlu memberikan penjelasan dan, bila diperlukan, membuka dokumen pendukung agar kualitas pekerjaan dapat diverifikasi secara objektif.

Pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang juga diperlukan untuk memastikan konstruksi atap baja ringan memenuhi spesifikasi, standar keselamatan, dan ketentuan kontraktual yang dipersyaratkan.

Hal tersebut sekaligus penting untuk memastikan penggunaan anggaran revitalisasi sekolah berjalan transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi keselamatan dan kenyamanan peserta didik. (Bisri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.