PMI Asal Indramayu, Dikabarkan Meninggal Dunia di Jepang

Ringsatu.id-Indramayu-Abdullah (30) warga Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Seorang pekerja migran indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia di negara tempatnya bekerja di Jepang.

Putra kedua dari pasangan almarhum Kusen dan Duminih, itu diduga meninggal dunia akibat penyakit lambung kronis.

“Kematian Abdullah (30), warga Desa Lombang Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, dibenarkan oleh kakaknya bernama Roidah. Kakak korban kebetulan sama lagi bekerja sebagai asisten rumah tangga di Taiwan,” Jelas H Rosidi, keluarga korban kepada wartawan.

Rosidi menceritakan, sebelum ada kabar meninggal dunia, korban sempat menelpon Duminih, ibu nya. Dia (korban, red) sempat menceritakan tentang kondisi badannya yang sedang sakit. Bahkan, saat itu video call dengan kakaknya Roidah yang juga sama lagi bekerja di Taiwan

“Wajah korban saat itu pucat dan sempat menceritakan kondisinya sedang sakit. Juga korban menyampaikan ke ibu nya dalam waktu dekat akan pulang ke Indonesia. Tinggal menunggu penerbangan saja dan tiket pesawat, sudah ada,” Jelas H Rosidi meniruhkan ibu korban.

Baca Juga
1 of 453

Sementara, kakaknya Roidah saat dihubungi melalui telepon genggamnya. Ia membenarkan bahwa adiknya bernama Abdulloh, telah meninggal dunia.
Kebenaran kabar tersebut, kata Roidah, setelah ia mendapat kabar dari teman sekamarny asal Kecamatan Karangampel.

Bahkan, dari temannya itu menerangkan adik saya sudah beberapa hari sakit lambungnya.

Malam itu, menurut temannya, korban kelur dari tempat kost nya dan saya tanya, malah dia tidak tahu. Setelah itu saya dapat kabar lagi dari teman sekamarnya, adik saya meninggal dunia dan ditemukan di rumah kosong.

Mendengar kabar tersebut, saya langsung mencari tahu dengan menghubungi KBRI di Jepang. Awalnya tidak mendapat kabar apa_apa dan saya meninggalkan nomor kontak di KBRI.

Selang beberapa hari, saya dihungi oleh petugas KBRI bahwa korban yang meninggal bernam Abdulloh.”Semua data korban dikirim. Pas saya lihat benar itu adalah adik saya,”jelas Roidah melalui telepon seluler kepada awak media.

Roidah meminta kepada pihak terkait untuk bisa membantu pemulangan jenazah korban. Pihak keluarga sangat berharap kepada ibu Bupati Indramayu. Agar korban, bisa segera di pulangkan ke Indonesia,”harapnya. (Rls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.