Pelaksanaan Rehab MI Ma’arif Legok Indramayu, Disinyalir Pembelian Bahan Material Harganya Digelembungkan

 

Ringsatu-Indramayu-Melanjutkan pemberitaan terkait adanya dugaan anggaran Rehab dua ruang kelas MI Ma’arif Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Yang diduga dimark-up atau digelembungkan anggarannya oleh pihak pelaksana pekerjaan Rehab MI Ma’arif Legok. Hal ini semakin terkuak setelah wartawan media ini menemukan data anggaran yang digelembungkan.

Seperti adanya pembelian bahan material yang janggal dan aneh yakni adanya laporan pembelian baut ukuran 10 mm. Dengan jumlah hingga 500 buah lebih dengan harga hingga Rp.29 juta.

Padahal baut dengan ukuran 10 mm menurut sejumlah narasumber yang diminta tanggapannya mengatakan. Bahwa baut dengan ukuran 10 mm biasanya untuk menyambungkan kontruksi besi pada bangunan yang akan ditingkat.

Sedangkan ruang kelas MI Ma’arif Legok sendiri tidak ditingkat dan hanya direhab bagian atasnya saja.

Baca Juga
1 of 453

Selain itu adanya laporan pembelian kabel dengan total hingga Rp.8 juta rupiah. Dan laporan pembelian bahan material lainnya di pelaksanaan pekerjaan Rehab MI Ma’arif Legok. Yang janggal serta harganya diduga dimark-up atau digelembungkan.

Yang lebih mencengangkan lagi adanya laporan penggunaan anggaran untuk tukang atau HOK pekerja Rehab ruang kelas MI Ma’arif Legok.

Dengan total hingga Rp.111 (seratus sebelas juta rupiah) lebih.

Sementara itu, Syukron selaku pelaksana pekerjaan Rehab dua ruang kelas MI Ma’arif Legok saat diminta komentar dan tanggapannya. Terkait adanya dugaan pembelian bahan material yang diduga dimark-up atau digelembungkan anggarannya.

Saat dihubungi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya (WA), Minggu (2/2/2025), Syukron memilih untuk tidak menjawab.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.