Oknum Guru Di Kecamatan Dukupuntang Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Sejumlah Siswa
Ringsatu-Cirebon-Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah oknum guru. Yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswinya. Oknum dimaksud yakni AD (58) seorang guru olah raga yang mengajar disalah satu sekolah dasar (SD) yang berada di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan media ini dari sejumlah narasumber menyebutkan.
Perbuatan AD yang diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswa perempuan terungkap.
Setelah ada beberapa siswi mengadu kepada orangtuanya, mereka mengaku jika telah dilecehkan oleh guru AD.
“Siswa yang mengaku dilecehkan oleh guru AD itu mengaku mereka diremas payudaranya dan disentuh dibagian kemaluannya,”ujar narasumber kepada wartawan media ini.
Menurut sumber, ada sekitar 5 siswa yang diduga jadi korban pelecehan guru AD
“Bahkan ada salah satu siswa yang trauma ketika ada pelajaran olah raga. Sehingga siswa tersebut tidak mau masuk sekolah jika ada pelajaran olahraga,”tutur sumber.
Dengan adanya peristiwa tersebut membuat sejumlah orang tua siswa merasa cemas dan khawatir. Terkait keselamatan anak-anak mereka.
“Akhirnya guru AD diminta dipindah tugaskan oleh sejumlah orang tua siswa dan guru AD sekarang pindah tugas. Dan berkantor di Korwil Dukupuntang,”jelas sumber.
Sementara itu, AD saat ditemui dikantor Korwil, Senin (10/9/2024) ia membantah jika dirinya dituduh telah melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswinya. Ia mengaku saat mengajar olahraga kepada sejumlah siswanya. Ia tidak melakukan sesuai apa yang dituduhkan kepada dirinya yakni melakukan pelecehan.
“Tidak ada pelecehan, saya mengajar olah raga seperti biasa,”ucap AD.
Meski demikian, ia mengaku bahwa peristiwa dugaan pelecehan yang dituduhkan kepada dirinya. Permasalahannya sudah diselesaikan antara dirinya dengan sejumlah orang tua siswa.
“Saya sudah minta maaf dengan mendatangi kerumah orang tua siswa masing-masing. Dan permasalahan ini sudah beres antara saya dengan para orangtua siswa,”papar pria 58 tahun ini.
Meski begitu AD meminta agar permasalahan dirinya jangan sampai dipublish atau diblowup dimedia massa.(Bisri)