Men-Soal Kinerja Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu
Oleh : H. MAHPUDIN, S.H., M.M., M.Kn.
Ringsatu.id-Indramayu-Belum selesai soal Program Unggulan Dermayu Banyu Sehat (DEBAS) yang tidak sesuai antara Program dan fakta lapangan yang diwartakan oleh media online Ringsatu.Id-Indramayu, 24 Desember 2021, muncul lagi soal 11 (sebelas) pegawai honorer yang dipecat berdasarkan hasil assesment yang konon katanya dari lembaga “independent” yang dimuat oleh media online Cirebonraya, 7 Januari 2022 dengan judul : Soal 11 Pegawai Diberhentikan, Dirut Perumdam Indramayu Menjawab, plus pernyataan yang menunjukkan arogansinya sebagai penguasa pada perusahaan daerah tersebut dengan pernyataan sarkasme “Implementasi ‘Debas’ Perumdam Indramayu, KARYAWAN TAK DISIPLIN ‘DITEBAS’, CirebonRaya 7 Januari 2022, 06:52 WIB ”, menambah catatan bagi penulis untuk membaca kinerja Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., PIA.
Beberapa catatan yang dapat dibaca diantaranya adalah, Pertama, soal pengangkatan atau penunjukan Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., PIA. oleh Bupati Indramayu sebagai Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu Kabupaten Indramayu. Berdasarkan hasil kerja Pansel telah mengumumkan secara terbuka kepada publik dimana nama yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus, pansel hanya meluluskan 3 nama (Cecep, Nawirudin dan Supendi) untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu wawancara dengan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. (Berikut Perjalanan Seleksi Calon Dirut PDAM Indramayu, Media online Tjimanoek 8 November 2021). Dan beberapa media lainya mewartakan soal pengangkatan atau penujukkan oleh Bupati sebagai Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu Kabupaten Indramayu.
Kedua, soal integritas moral Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., PIA, publik percaya atas kerja Pansel yang tidak meloloskan nama yang bersangkutan. Karena Pansel dimungkinkan melakukan konfirmasi dan validasi terhadap berkas persayaratan semua calon yang mendaftar pada seleksi Calon Dirut PDAM tersebut. Dimana nama yang bersangkutan cacat secara moral terkait kasus asusila yang terjadi ketika yang bersangkutan menjadi Dirut PDAM Jember (beritajatim.com. Kamis, 11 April 2019, 21:13 WIB : Ini Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan Seks Dirut PDAM Jember).
Ketiga, dugaan Kolusi dan Nepotisme antara Bupati Indramayu Nina Agustina dengan Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu Ady Setiawan ini. Hal ini dapat dibaca dari dua indikasi, yaitu : 1) pengangkatan atau penunjukan sebagai Dirut yang melanggar mekanisme regulasi, melanggar Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB), melanggar asas kepatutan dan kelayakan. 2) dugaan kolusi dan nepotisme (kronisme) jalinan hubungan pertemanan yang sudah terjalin sejak lama dan inten, baik dalam lingkup latar belakang wilayah, sering ketemu dalam satu komunitas lingkup pendidikan dan sosialita.
Keempat, penunjukan lembaga independen yang melakukan assesment terhadap pegawai PDAM Indramayu, memperkuat dan mengkonfirmasi dugaan adanya Kolusi dan Nepotisme tersebut di atas. Hal ini terkonfirmasi bahwa anak-anak Bupati Nina Agustina kuliah di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Dengan menggandeng konsultan independen dari Universitas Diponegoro Semarang, Perumdam Indramayu melakukan asesmen kepegawaian. (CIREBONRAYA 7 Januari 2022, 10:30 WIB : Soal 11 Pegawai Diberhentikan, Dirut Perumdam Indramayu Menjawab).
Kelima, ucapan, sikap dan tindakan yang arogan Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., PIA sebagai Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu tidak selaras dengan gelar akademik yang disandangnya dan melekat pada namanya. Tidak sepantasnya ucapan sarkasme keluar dari mulut seorang Doktor dan pejabat. KARYAWAN TAK DISIPLIN ‘DITEBAS’, ujaran tersebut dimuntahkan di depan media sebagai representasi publik, artinya “ujaran kebencian” tersebut disampaikan di muka umum. Maka sesungguhnya ia yang harus diassesmen, bukan para pegawai apalagi pegawai honorer.
Keenam, kehadiran Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., PIA sebagai Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu tidak menumbuhkan harapan kinerja yang baik dilingkungan manajemen dan para pegawai PDAM. Sebaliknya hadirnya membawa aura negatif, keresahan dan ketakutan serta penurunan kinerja pegawai. Hal ini terungkap dari curhatan beberapa pejabat dan pegawai PDAM baik secara langsung maupun bisik-bisik tetangga kepada stackholder PDAM Indramayu.
Ketujuh, rakyat Indramayu bertanya : rezim ini akan membawa rakyatnya kemana ? janji janji dan program-program unggulan yang hendak mensejahterakan rakyat yang sudah kadung rakyat percaya sehingga memilih pasangan rezim ini terpilih dan menjadi Bupati Indramayu. Atau justru Ibu Nina sebagai Bupati yang merupakan pejabat politik dan karenanya ia sebagai politisi justru yang tidak percaya dengan ucapannya sendiri. Sebagaimana ungkapan filusuf Charles de Gaulie “ Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat mempercayainya “.
Dari ketujuh catatan ini, rakyat Indramayu masih percaya kepada bupati pilihannya dan masih berharap Ibu Nina Agustina bisa kembali kepada “khittahnya”.
Semoga ada sedikit manfaat sebagai kewajiban rakyat mengingatkan pemimpinya dan sebagai sesama manusia untuk saling mengasihi sesuai motto Jawa Barat dan wasiat siliwangi untuk saling asah, asih dan asuh.
Wallohu a’lam bisy-syowab.
Penulis adalah Advokat/Konsultan Hukum dan pernah jadi politisi, tinggal di Indramayu.