Mafia Proyek Yang Melibatkan Oknum Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Kasusnya Bakal Dilaporkan Ke Kejagung RI

 

Ringsatu-Cirebon-Aktivis antikorupsi kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, Zeki Mulyadi merasa muak dengan ulah para mafia proyek pemerintah kabupaten Cirebon. Yang selama ini bekerja banyak merugikan masyarakat.

Sejumlah titik kegiatan peningkatan ruas jalan di wilayah kabupaten Cirebon, kata Zeki. Selama ini menjadi tersendat dalam pelaksanaanya.

“Tentunya hal ini membuat pengguna jalan perlu menunggu berbulan- bulan untuk dapat menggunakan jalan yang sedang di bangun.” ujar Zeki Mulyadi, Senin (25/9/2023).

Disampaikannya, tersendatnya pembangunan jalan di kabupaten Cirebon. Hal ini diakibatkan adanya praktek para mafia proyek yang memiliki kegiatan hingga puluhan milyar.
Padahal kemampuan dalam pelaksanaannya kata Zeki baru tingkat ratusan juta.

Baca Juga
1 of 117

“Hal ini berdampak buruk dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan.” kata Zeki

Bahkan tambah aktivis anti korupsi kabupaten Cirebon ini, bisa jadi mutu dari hasil peningkatan juga tidak sesuai dengan harapan.

“Sebab di duga keras pelaksana kegiatannya sudah jatuh ke tangan pihak ke tiga.” tandas Zeki.

Di akui Zeki, pihaknya telah mendapat semua data kegiatan pekerjaan di kabupaten Cirebon. Dan rata rata pekerjaan di lapangan sebatas subkontraktor dan yang mengerjakan hanya menerima sekitar 65% dari nilai kontrak paket pekerjaan.

Disampaikan pula oleh Zeki Mulyadi, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan mengirim surat laporkan. Yang ditujukan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan KPK. Dengan didukung data yang cukup mulai dari lokasi paket pekerjaan, RAB. Serta modus beberapa oknum anggota DPRD Kabupaten Cirebon dalam mengkondisikan proyek supaya jadi pemenang.

“Selain itu ada juga beberapa korban penipuan yang dilakukan sejumlah rekanan. Korban sendiri sudah ada yang melaksanakan kegiatan paket pekerjaan hingga 5%. Namun di tengah perjalanan di gunting oleh tim oknum anggota DPRD Cirebon sehingga korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.” Pungkas Zeki Mulyadi. (Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.