Kuwu Kaduela Berikan Klarifikasi Terkait Tudingan Miring Penggunaan PAD

 

RINGSATU-KUNINGAN-Kuwu Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, H. Toyib, memberikan klarifikasi terkait tudingan miring mengenai penggunaan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat.

Menurut H. Toyib, seluruh PAD yang diterima oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kaduela telah direalisasikan untuk berbagai program pembangunan desa, termasuk pemerataan pembangunan di setiap lingkungan desa.
Ia menjelaskan bahwa salah satu sumber PAD Desa Kaduela berasal dari sektor wisata Telaga Biru Cicerem.

Dari sektor tersebut, desa pernah menerima pendapatan sekitar Rp500 juta yang kemudian dialokasikan untuk pembangunan di desa.

“PAD sebesar Rp500 juta itu tidak didapat setiap tahun, bahkan cenderung menurun setiap tahunnya. Semua dana yang masuk telah digunakan untuk pembangunan desa,” ujar H. Toyib.

Baca Juga
1 of 229

Ia juga menanggapi anggapan masyarakat terkait pemasukan dari sejumlah perusahaan, termasuk dari sektor PDAM. Menurutnya, pendapatan tersebut tidak otomatis diterima oleh desa, melainkan harus melalui proses pengajuan terlebih dahulu.

“Kalaupun kami ingin mendapatkan PAD dari beberapa perusahaan seperti PDAM, itu tidak serta-merta kami dapatkan. Harus melalui permohonan terlebih dahulu, dan jumlahnya juga tidak besar seperti yang ditudingkan sebagian warga,” jelasnya.

Sebagai contoh, ia menyebut bahwa Desa Kaduela yang menjadi wilayah penyangga PDAM Paniis memang berpotensi mendapatkan pemasukan. Namun untuk tahun ini, pihak desa belum menerima dana tersebut dan baru akan mengajukan permohonan.

“Memang benar, pendapatan dari PDAM sekitar Rp40 juta per tahun. Sedangkan dari PDAM yang airnya dialirkan ke Indramayu sekitar Rp10 juta, dan itu pun hingga saat ini belum kami terima,” ungkapnya.

H. Toyib menegaskan bahwa seluruh PAD yang diperoleh desa telah direalisasikan untuk pembangunan serta pemerataan fasilitas di wilayah Desa Kaduela.

“Semua PAD yang diterima desa kami gunakan untuk pembangunan dan pemerataan di wilayah desa,” tegasnya.Kamis (5/3/2026)
(Bisri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.