Koperasi BBS dan TNI AL Bersatu, Dorong Desa Sukamulya Jadi Sentra Kedelai
RINGSATU-INDRAMAYU-Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut Cirebon bersama pengurus Koperasi Bareng-Bareng Sugi menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional melalui penanaman kedelai yang digagas pemerintah pusat.
Implementasi program tersebut mulai berjalan di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Para petani setempat telah memulai penanaman kedelai di lahan milik PG Jatitujuh.
Hal itu disampaikan Dewan Pengawas Koperasi BBS, H. Mulyadi, didampingi Ketua BBS, Warsim, usai melakukan peninjauan lokasi bersama jajaran Lanal Cirebon, belum lama ini.
Warsim menjelaskan, kehadiran tim Lanal Cirebon bertujuan memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan kondusif. Ia menegaskan, program penanaman kedelai ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI Angkatan Laut dengan PG Jatitujuh yang pelaksanaannya dipercayakan kepada koperasi dan petani setempat.
“Program penanaman kedelai ini merupakan kerja sama TNI AL dengan PG Jatitujuh, dengan pelaksana di lapangan adalah koperasi yang kami pimpin bersama para petani Desa Sukamulya,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. Ia menambahkan, para petani penggarap dari desa penyangga memahami bahwa lahan yang digunakan merupakan bagian dari Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Rajawali Nusantara Indonesia.
“Kami bangga dan siap. Desa Sukamulya bukan hanya menjadi bagian dari program ini, tetapi kami ingin menjadi contoh terbaik. Dengan dukungan petani, pendampingan akademisi, serta perhatian pemerintah pusat, kami yakin bisa memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” katanya.
Warsim berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan terus berkembang. Ia optimistis Kabupaten Indramayu ke depan mampu mandiri dalam produksi kedelai.
“Harapan kami, program ini tidak berhenti di sini. Semoga ke depan Indramayu bisa mandiri dalam produksi kedelai,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah melalui TNI AL, serta kalangan akademisi agar Desa Sukamulya dapat menjadi pusat pengembangan kedelai yang dapat direplikasi di daerah lain.
Dalam kesempatan itu, Warsim turut mengapresiasi peran H. Mulyadi yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap petani.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak H. Mulyadi. Beliau adalah putra terbaik Desa Sukamulya yang selalu peduli terhadap petani, bahkan rela berkorban secara moril maupun materil demi keberhasilan program ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Koperasi BBS bersama para petani telah membuat pernyataan tertulis untuk mendukung penuh kebijakan PG Jatitujuh. Apabila di kemudian hari lahan tersebut kembali digunakan untuk penanaman tebu, para petani siap menyerahkan dan mendukung kebijakan tersebut.
“Selama itu program pemerintah, kami siap mendukung,” tegasnya. (Tim)