Ads Samping
Ads Samping
ADS Bernda 940×160

Kompensasi Tak Kunjung Realisasi, Masyarakat Blok Waledan Unjuk Rasa

ADS Bernda 940×160

Ringsatu.id-Indramayu-Ratusan Masyarakat Desa lamaran tarung yang tergabung dalam Asosiasi Wirausaha Petani Tambak Waledan (AWTPW) dan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) Lakukan Aksi unjuk rasa

Aksi unjuk rasa menuntut terkait dengan Kompensasi Limbah masyarakat petani tambak direalisasikan, Sejak bulan Januari 2020 sampai Juni 2020 terkait ceceran Limbah Oil ditemukan kembali Ceceran Crude Oil di empang dan tambak tambak petani, Selasa (06/04/2021).

Ratusan warga Aksi Unjuk rasa datangi Lokasi sumur yang merupakan sumber limbah, masa aksi melakukan negosiasi dengan pihak pertamina namun hasil negosiasinya tidak ada titik terang apa yang di harapakan masa aksi.

H. Juhadi Muhammad selaku wakil dari masyarakat yang ikut bernegosiasi dengan PT. Pertamina mengatakan hasil bernegosiasi itu percuma dan sia-sia karena keputusannya tidak ada yang menggembirakan masa aksi unjuk rasa dan para petani tambak.

“Negosiasinya masih deadloock karena tidak ada pemangku kebijakan yang hadir termasuk dari lingkungan hidup tidak ada keputusan yang bisa memberikan masyarakat petani tambak desa lamaran tarung, karena sampai saat ini belum ada keputusan yang kongkrit maka masyarakat akan menstop aktivitas dan kegiatan di ASB 1 dari PT.Pertamina,” Tandas Juhadi Muhammad.

Baca Juga
1 of 45
ADS Bernda 940×160

Ia menambahkan masyarakat sekarang menuntut penjelasan yang pasti ganti rugi dan kejelasan kompensasi dari pihak Pertamina untuk Petani Tambak yang terdamapak atas limbah yang tercecer di lokasi dan tambak para petani

“Tidak ada pernyataan dan statemen dari pihak pertamina,hanya memberikan  statemen ‘Kita hanya nunggu Hasil Lab’ Sementara Sampai satu tahun tidak ada hasil Lab. Pokok masalahnya adalah ada ceceran minyak di empang dan di tambak tambak sementara ikan udang,kepiting pada mati yang merupakan penghasilan penghidupan bagi masyarakat petani tambak” Imbuhnya

Sementara itu, Warjaya Korlap Aksi mengatakan, dari tanggal 14 Januari 2020 hingga saat ini ceceran limbah yang mengabitkan gagalnya panen para petani tambak belum ada tindakan dan tanggung jawab yang pasti dari pihak manapun.

“Saya sudah tempuh dari Januari 2020 sampai sekarang belum ada kepastian, masyarakat Petani tambak sudah melakukan dialog dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, namun pihak DLH hanya menjanjikan hasil uji LAB saja, sedangkan sudah satu tahun belum ada hasil LAB dan belum ada kepastian,” Terang Warjaya.

Dirinya Berharap, agar pemerintah secepatnya menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat petani tambak desa lamaran tarung blok Waledan Kecamatan Cantigi.

Dengan adanya aksi massa tersebut, pihak pertamina tidak ada yang hadir untuk memberikan penjelasan, sehingga peserta aksi memutuskan untuk membubarkan diri dan memilih untuk memblokade akses jalan yang menuju ke lokasi pengeboran minyak ASB I. Penjagaan Ketat oleh Aparat keamanan dari TNI,Polri dan Satpol PP di lokasi masa Aksi unjuk rasa. (Maskani)

ADS Bernda 940×160
Banner 728
ADS Bernda 940×160
Leave A Reply

Your email address will not be published.