Kidung Merupakan Budaya Bangsa Indonesia Yang Lahir di Pulau Jawa
Ringsatu.id-Indramayu-Pada awalnya sebelum jaman wali songo,Kidung adalah susunan sastra yang di langgamkan berdasarkan Pupuh oleh orang bertaraf khusus (Sakti Mandraguna) sebagai wasilah (Perantara) permohonan kepada Shang Hyang Taya (tuhan yang tidak bisa di ilustrasikan dan tidak menyerupai mahluk), sehingga estetika nuansa Kidung sangat identik dengan kesakralan dan Kemistikannya.
Pada jama wali songo, keberadaan Kidung tetap di lestarikan, hanya saja nilai-nilai bahasa kidung diselaraskan dengan ajaran agama islam tanpa mengurangi nilai kesakralan dan kemistisan sebagai bagian dari keindahan warisan para leluhur orang jawa.
Secara terminologi, Kidung bisa berarti Do’a atau bahasa sejarah (Lelaku) dalam meraih kesempurnaan dan kebahagiaan hidup dengan bersandar pada permohonan kepada allah SWT.
Jika anda berkidung berarti anda telah berdo’a yang bersifat suluk dan anda membaca sejarah perjalanan hidup anda sendiri menuju allah SWT (dalam bahasa tasawuf bisa di sebut sebagai seorang salik yang sedang berthoriqoh).
Sehingga sangatlah wajar bila para ahli spiritual dan para cendikiawan metafisik berpendapat bahasa kidung memiliki ruh yang sangat sulit di terjemahkan dengan bahasa lisan dan semua itu adalah bagian dari indahnya warisan budaya jawa yang tetap luhur sepanjang masa.
Di era modern sekarang ini ‘Kidung’ masih sering di temui di acara tertentu seperti acara adat istiadat, syukuran,dan acara yang lainnya, salah satu yang di temui acara Kidung pada saat Acara Syukuran di Kediaman Eko Junanto Blok Bungkul Barat, Kelurahan Bojongsari Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu pada hari Selasa (28/06/2022).
Pada saat acara berlangsung ada salah satu keunikannya dari para Pengidung Menurut Eyang Anom salah satu Tokoh Masyarakat yang berasal dari Desa Langgengsari Kecamatan Lelea itu pada saat menyaksikan acara tersebut mengatakan, “Kidung yang di langgamkan oleh para Pengidung adalah sesuatu yang mengandung mistis dan sakral dengan Suara yang di lantunkannya,”Ucap Eyang Anom
Dirinya berharap Kepada masyarakat yang masih peduli dengan Kebudayaan bersama sama tetap akan selalu menjaga Budaya kidung kidung jawa kuna tersebut, demi mempertahankan kultur Budaya jawa yang brsifat mistik dan Religius sebagai Apresiasi di dalam pengidungan tetap menggunakan langgam pupuh Kuna,”Pungkasnya. (Maskani)