GAWAT, Revitalisasi SDN 1 Cibentar Majalengka, Pengawas Proyek Tak Bisa Tunjukan Software Engineering Kontruksi Baja Ringan

 

RINGSATU-MAJALENGKA-Bantuan revitalisasi SDN Cibentar 1 Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebesar Rp900 juta lebih. Yang berasal dari Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025. Dalam pembangunannya sudah mencapai 55 % demikian disampaikan Rohmat ketua pembangunan revitalisasi SDN Cibentar 1. Yang juga Sekdes Cibentar, saat diwawancara dialun-alun Cibentar, Kamis (16/10/2025).

Pekerjaan revitalisasi sendiri menurut Rohmat dikerjakan secara swakelola.Ketika disinggung, jika pekerjaan revitalitasi SDN Cibentar 1 dikerjakan secara swakelola. Kenapa para pekerjanya ada yang dari luar kecamatan Jatiwangi yakni dari Kadipaten.
Rohmat menjawab, bahwa Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) memiliki kewenangan untuk mencari pekerja dari mana saja.

Ketika kembali disinggung dengan menanyakan apakah pihak sekolah atau panitia pembangunan. Menerima software engineering atau jaminan dari pelaksana kontruksi baja ringan.

Ia hanya menjawab mungkin softwarenya sudah ada Suhadi yakni kepala SDN Cibentar 1 dan selaku penanggungjawab pekerjaan revitalisasi.

Suhadi sendiri menurut Rohmat saat ini sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Soal software engineering baja ringan mungkin ada dikepala sekolah. Dan perihal dibaja ringan itu tidak ada label SNI-nya saya tidak begitu faham. Tapi kata pak Iksan selaku pengawas, pemasangan baja ringan sudah aman,”tutut Rohmat.

Sementara itu, Iksan selaku pengawas pekejaan revitalisasi SDN Cibentar 1 saat konfirmasi melalui pesan singkat yang dikirimkan ke nomer Whatsappnya (WA) mengatakan. Untuk pemasangan baja ringan menurutnya sudah terstandar ISO dan memenuhi spek standarisasi.

“Untuk pemasangan dilapangan juga sudah memaksimalkan sesuai anggaran, sertifikat. Bahan juga ada engineering report juga ada,”jawab Iksan.

Namun saat diminta menunjukan bukti sofware engineering terkait pemasangan kontruksi baja ringan pada revitalisasi SDN Cibentar 1.

Baca Juga
1 of 58

Iksan hanya menunjukan sertifikat sistem manajemen mutu dari PT Wijaya Stelindo. Dan menunjukan foto sertifikatnya pun diatur dalam mode satu kali lihat saja.

Setelah dijelaskan, yang dimaksud oleh wartawan bukan sertifikat mutu dari PT, melainkan software engineering dari pelaksana kontruksi baja ringan.

Iksan berkilah, dengan menjawab bahwa file software, ukuran ada diketua konsultan. Dan disimpan disatu orang, karena menurutnya tidak sembarangan. Orang bisa menerima dan menyimpannya.

Kemudian wartawan media ini menyampaikan adanya desas -desus jika penerima bantuan revitalisasi. Dalam pembelanjaan baja ringan ada penggiringan dari pihak pengawas untuk belanja ke salah satu CV.

Selain itu adanya isu jika pengawas minta 2,5 % dari pagu anggaran revitalisasi.
Hal tersebut ditepis oleh Iksan dengan menjawab, jika dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut.

“Saya kurang mengetahui bisa langsung konfirmasi ke pihak yang lebih mengetahui saja. Karena disini saya hanya mengawasi pekerjaan,”balas Iksan.

Saat ditanyakan terkait Iksan selaku pengawas pekerjaan revitalisasi dari satuan dimana. Namun, ia tidak menjawabnya.

Sementara itu menurut Zeki Mulyadi aktivis Anti Korupsi Jawa Barat mengatakan. Software engineering pada kontruksi baja ringan menurutnya sangat lah penting.

Karena dalam kontruksi baja ringan ada jaminan ke amanan, akurasi dari struktur baja ringan yang dipasang. Selain itu kata aktivis ini, mengurangi resiko kesalahan manusia.

“Dan memastikan perhitungan yang tepat untuk kekuatan dan beban bangunan. Penggunaan software untuk meminimalkan potensi kegagalan struktural sehingga bangunan lebih kokoh,”ujar Zeki.

Selain itu lanjut Zeki, dengan menggunakan software kontruksi baja ringan. Dapat menghitung beban mati dan beban hidup secara akurat. Sehingga memastikan struktur atap kokoh aman dan tidak mudah ambruk.(Bisri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.