Front Pejuang Tani Indramayu (FPTI) Nyatakan Sikap, Begini Penjelasannya
Ringsatu.id-Indramayu-Hidup Petani….!!!! Hidup Rakyat Indonesia….!!!! Begitulah serunya.
Front Pejuang Tani Indramayu (FPTI) ialah Petani Penggarap di Kawasan Hutan Produksi merasa lahannya tumpang tindih dengan HGU PT. Rajawali. Akhir-akhir ini merasa kehidupan mereka semakin susah, karena Ruang Hidup petani penggarap yaitu lahan tempat bercocok tanam, memproduksi bahan pangan dan satu-satunya sumber penghasilan Keluarga yang sudah bertahun-tahun dikelola, sepertinya akan di gusur atau akan terusir dari garapan.
Maka kami menganggap perlu menyatakan sikap secara organisasi. Yaitu ;
1. Kami sadar bahwa tanah yang kami garap adalah tanah Negara; artinya kami tidak bermaksud memiliki, kami berharap bisa mengelola, berproduksi dan berusaha agar bisa menjadi sumber penghasilan untuk menafkahi keluarga kami
2. Terkait jenis Tanaman yang di tanam; pada dasarnya kami Petani Penggarap Tidak mempermasalahkan, yang terpenting Petani dalam bercocok tanam mendapat keuntungan atau nilai lebih
3. Terkait PG. Rajawali mendorong program Kemitraan Tebu; petani tidak berpengalaman menanam tebu, tidak cukup modal dan tidak paham terkait usaha budidaya tebu
4. Kemitraan Tebu kami lihat tidak ada progres yang baik; seperti lahan yang sudah di bajak tidak juga ditanami, proses pengelolaan Pinjaman KUR dan bagi hasil keuntungan tidak transparan
5. Menolak praktek Intimidasi terhadap Petani Penggarap; contohnya pengusiran petani dari lahan oleh Preman yang di duga kemitraan PG. Rajawali
6. Pemerintah Desa, Kecamatan dan Daerah diharapkan menjadi mediator yang baik terutama terkait subjek petani penggarap; Petani Eksisting atau Penggarap Lama tidak terusir dari lahan
7. Penegak Hukum agar bisa mengantisipasi Potensi kericuhan; seperti masuknya pengusaha yang sengaja memodali tindakan merebut Lahan dari Penggarap Lama dan Oknum Kuwu yang sengaja memasukan Penggarap Baru bahkan membuka Pendaftaran Penggarap Baru untuk menjadi Petani Mitra Tebu. Demikian pernyataan Sikap Organisasi kami.
Lanjutnya, kami berharap Petani bisa bercocok tanam dengan tenang, mendapatkan penghasilan dan Pemerintah Hadir untuk mewujudkan kesejahteraan Rakyat. Singkatnya. (Tedy)