Dua Kelompok Tani Desa Kamarang Lebak Cirebon Diduga Gelapkan Bantuan Dari Pemerintah

 

Ringsatu-Cirebon-Dua kelompok tani (Poktan) yakni Mulya Bakti 1 dan Dahlia yang berada diBlok Pon RT 08 RW.04 Desa Kamarang Lebak Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Kedua Poktan tersebut pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Aspirasi partai.

Poktan Mulya Bakti 1 yang diketuai Carma, menurut informasi pernah mendapatkan bantuan 7 ekor sapi.
Bantuan tersebut menurut informasi berasal dari aspirasi salah satu partai pada tahun 2020 lalu.

Sedangkan bantuan untuk Poktan Dahlia yang diketuai oleh Titin Surtini menurut informasi. Pernah mendapatkan bantuan program Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) dari Dinas Pertanian sebesar Rp.100 juta pada tahun 2019 lalu

Bantuan LUEP sendiri menurut narasumber terpercaya, untuk dipinjamkan kepada sejumlah anggota yang tergabung di Poktan Dahlia. Sebagai modal usaha bagi para anggota.

“Bantuan itu sebagai pinjaman atau modal usaha bagi anggota di kelompok Dahlia.

Namun ironisnya malah tidak dibagikan oleh Titin. Dan disinyalir malah dipakai sendiri oleh Titin. Dan sampai hingga sekarang tidak jelas pertanggungjawabannya.” Papar salah satu warga Kamarang Lebak yang minta agar identitasnya tidak dibuka ini.

Sedangkan untuk kelompok tani Mulya Bakti 1 yang diketuai Carma lanjut sumber, juga sudah tidak ada satu ekor pun sapi dikandangnya. Keberadaan kandang sapi tersebut berada disamping rumah ketua Poktan Mulya Bakti 1 Carma.

Namun lagi-lagi sapi hasil bantuan dari aspirasi salah satu partai tersebut sudah raib entah kemana.

Baca Juga
1 of 117

“Sapi-sapinya dijual oleh Carma untuk biaya hajatan. Dan sekarang hanya tinggal kandangnya saja.” Jelas sumber.

Ironisnya kata sumber, Carma dengan Titin Surtini statusnya bapak dengan anak. Dan keduanya sama-sama dapat bantuan dari Pemerintah.

“Namun karena keduanya tidak amanah, akhirnya bantuan untuk kelompok Titin hilang. Dan bantuan sapi untuk kelompoknya Carma juga hilang.” Lanjut sumber.

Sementara itu, saat wartawan media ini hendak konfirmasi kepada Carma yang disebut-sebut. Kelompoknya pernah dapat bantuan sapi namun menurut keterangan Titin Surtini mengatakan. Bahwa bapaknya tersebut sedang tidak ada dirumah.

“Bapak sedang mengairi sawah dan pulangnya bisa sore juga bisa tidak pulang. Karena bapak juga sering sampai nginep disawah.” Ujar Titin Surtini, Rabu (14/6/2023).

Saat ditanyakan kepada Titin, apakah ia pernah menerima bantuan LUEP dari Dinas Pertanian. Dijawab oleh Titin bahwa ia tidak pernah dapat bantuan yang wartawan sebutkan kepadanya tersebut.

“Saya tidak pernah dapat bantuan itu, tapi nanti tanyakan saja sama bapak saya sekalian.” Jawab Titin.

Ketika kembali ditanyakan apakah Carma yang juga bapaknya Titin. Pernah dapat bantuan sapi dari aspirasi partai. Titin menjawab bahwa bapaknya memang pernah dapat bantuan sapi. Namun menurut Titin bantuan tersebut bukan dari partai.

“Bantuan sapi itu bukan dari partai dan bapak saya belum pernah dapat bantuan dari partai. Bantuan sapinya juga hanya 3 ekor, 2 ekor mati dan satunya lagi gak tahu karena itu urusan bapak. Nanti tanyakan saja ke bapak supaya lebih jelas.” Beber Titin Surtini.

Ditambahkan oleh Titin, ketika 2 ekor sapi hasil bantuan yang diterima bapaknya itu mati. Sudah didokumentasikan dengan difoto dan sudah dilaporkan. (Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.