Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Tenaga Kependidikan Pemkab Cirebon Dilaporkan Polisi

 

Ringsatu.id-Cirebon-Masyarakat Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat beberapa hari lalu digegerkan. Dengan merebaknya informasi salah satu warganya sebut saja Mawar (18) bukan nama yang sebenarnya. Diduga jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pria yang masih saudaranya Mawar yakni S.
Untuk melengkapi informasi tersebut, awak media ini mencoba untuk menemui Mawar yang saat ini berada dirumah kerabatnya diwilayah Majalengka, Selasa (1/2/2022).

Kronologis terjadinya dugaan pelecehan terhadap dirinya yang dilakukan S diceritakan oleh Mawar.

Menurut Mawar, saat itu ia dibawa oleh S yang merupakan adik dari neneknya untuk berobat ke daerah Kuningan. Belakangan Mawar diketahui sering kerasukan sehingga menurut S harus diobati. Dan mereka berdua berangkat menuju Kuningan dengan mengendarai mobil Pajero milik S.

Diperjalanan Mawar mulai curiga sebab S malah mengajaknya muter-muter untuk menuju Kuningan.

“Obrolan S diperjalanan saja sudah mulai ngaco dan tidak nyambung dengan penyakit saya. Dan sebelum saya diajak ke Kuningan saya diajak muter-muter dulu ke daerah Talun Cirebon.”Ungkap Mawar.

Padahal menurutnya, arah ke Kuningan dari rumahnya sebetulnya mudah dan dekat tidak perlu muter-muter. Dan benar saja begitu sampai di Kuningan lanjut Mawar ia malah dibawa ke salah satu hotel.

“Saya langsung disuruh masuk oleh S ke dalam kamar hotel dan S sebelumnya sempat ganti baju didalam mobil.Tadinya dia dipakai baju batik warna merah dan menggantinya dengan kaos warna merah pula.”Tutur Mawar.

Didalam kamar, S menyuruh agar Mawar membuka celana dalamnya yang katanya akan dilihat penyakit yang ada ditubuh Mawar. Sebelumnya S juga hanya mengenakan celana dalamnya saja sambil mengeluarkan alat kelaminya.

“Setelah saya dipaksa membuka celana dalam saya disuruh telentang diatas kasur oleh S katanya akan dilihat penyakit saya. Dan S sempat mengajak untuk berhubungan badan tapi saya ditolak.”Ujar perempuan yang baru lulus SMA ini.

Dikatakan Mawar, mendapat perlakuan tidak senonoh yang lakukan S terhadap dirinya. Sebetulnya ia ingin berontak dan menjerit sejadi-jadinya namun niatnya ia urungan sebab ia takut terhadap S.

Mendapat penolakan untuk berhubungan badan dengan Mawar, sambungnya, rupanya S tidak kehilangan akal. Lalu S meminta agar Mawar terlentang yang katanya akan dilihat penyakit yang ada ditubuh Mawar dengan cara dilihat dari kemaluan Mawar.

“Sambil memasukan jari tengah S kedalam kemaluan saya dia juga nyuruh agar saya memegang kemaluannya. Saat jarinya menekan saya merasakan sakit sekali pada kemaluan saya. Sebetulnya saya ingin menjerit mendapat perlakuan seperti itu tapi saya takut.”Beber Mawar.

Setelah Mawar diperlakukan tidak senonoh oleh S, selanjutnya S berpesan agar Mawar tidak boleh menceritakan kepada siapapun. Termasuk kepada kedua orangtua Mawar, sebab apa yang dilakukannya menurut S itu bagian dari pengobatan terhadap Mawar dengan cara menutup penyakit dari kemaluan Mawar.

Namun Mawar sendiri mengaku bingung dengan ucapan S yang mengatakan menutup penyakit dari dalam kemaluannya. Yang jelas menurut Mawar ia merasakan sakit luar biasa saat kemaluannya dicolok-colok oleh jari S.

Baca Juga
1 of 117

“Sekitar jam setengah satu siang saya diantarkan pulang kerumah oleh S Dan S tidak sempat turun dari mobilnya dia langsung pulang kerumahnya. Namun dia sempat berpesan agar saya tidak usah cerita macam-macam terkait kejadian hari itu.”Paparnya.

Disampaikan Mawar, sebetulnya ia tidak mau untuk membuka kebobrokan S terhadap dirinya. Jika saja S tidak membuka masa lalunya dengan pacarnya dan menyuruh-nyuruh agar dirinya segera menikah kepada kedua orangtuanya.

Namun karena S dianggap telah membongkar masa lalunya serta nyuruh agar Mawar menikah.

“Ya sudah saya bongkar saja sekalian kelakuan S terhadap saya, biar warga tahu kelakuan S yang sebenarnya”. Tandas Mawar.

Setelah mendapat perlakuan pelecehan seksual oleh S, Mawar dengan didampingi kedua orangtuanya juga kuasa hukumnya. Pada senin (27/12/2021) lalu secara resmi melaporkan S ke Polres Kuningan dengan tuduhan pencabulan atau pelecehan terhadap Mawar. Dengan bukti laporan No.RPLP/B-215/2021/JABAR/RES.KNG.
Sementara T orangtua Mawar mengaku tidak menyangka S yang masih saudaranya tersebut tega berbuat cabul terhadap anaknya.

“Anak saya kan keadaannya sedang sakit masa S malah tega melakukan itu (Pencabulan). Saya hanya minta keadilan untuk anak saya yang sudah diperlakukan tak senonoh oleh S.” Tegas T.

Selaku orangtua Mawar T meminta agar pelaporan yang telah dilakukan oleh anaknya tersebut segera diproses oleh penyidik Polres Kuningan.

“Saya minta agar S segera diproses dan diberikan hukuman yang setimpal. Hal ini supaya tidak ada korban-korban lainnya.”Tegasnya.

T mengaku saat ini ia dan keluarganya tengah mengasingkan diri. Hal ini menyusul setelah ia melaporkan S ke Polisi ia dan keluarga sering dapat intimidasi dari pihak keluarga S.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan awak media dari sejumlah narasumber menyebutkan. Jika S adalah seorang PNS kependidikan yang menjabat sebagai Bendahara dikantor kordinator pengawas (Korwas) dulu kantor UPTD Pendidikan Dukupuntang.

Sementara itu, S saat ditemui dirumahnya beberapa hari lalu membantah jika dirinya dituding telah melakukan pelecehan terhadap Mawar. Menurutnya ia hanya berniat membantu mengobati Mawar yang sering kesurupan atau kerasukan.

Adapun ia membawa Mawar ke hotel, hal ini menurutnya atas dasar kemauan Mawar sendiri. Yang katanya ingin curhat ditempat yang sepi terkait permasalahan kehidupannya.

“Saya tidak melakukan itu (Pencabulan), masa sama cucu sendiri saya tega melakukan itu. Dia dibawa ke hotel itu atas kemauan Mawar sendiri katanya dia ingin curhat ditempat yang sepi. Di hotel juga saya tidak melakukan apa-apa hanya ngobrol dan sesudah itu lalu pulang. Bantahnya. Ia pun membantah jika dirinya telah mengintimidasi keluarga Mawar.

“Demi Allah saya tidak pernah mengintimidasi keluarga Mawar. Justru saya ingin ngobrol secara kekeluargaan mereka maunya apa. Eh malah mereka pada meninggalkan rumah.”Pungkas S.

S mengaku dari peristiwa tersebut ia sempat dipanggil Kadisdik. Didepan Kadisdik ia mengaku dan sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan terhadap Mawar. Selain itu S juga mengaku belum pernah dipanggil pihak ke Polisian terkait laporan yang telah dibuat Mawar. (Bisri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.