Cegah Anak Terjebak TPPO, Empat Siswa SMKN 1 Bongas Dapatkan Pendampingan

 

 

RINGSATU-INDRAMAYU-Ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak hanya membutuhkan penindakan setelah kasus terjadi, tetapi juga pencegahan sejak dini. Salah satunya melalui penguatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Langkah tersebut dilakukan Yayasan Kusuma Bongas bersama Lembaga Talitha Koumi dari Kanada melalui kunjungan dan monitoring siswa penerima bantuan pendidikan di SMKN 1 Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026) pagi.

Rombongan tiba di lingkungan SMKN 1 Bongas sekitar pukul 09.28 WIB dan disambut Kepala SMKN 1 Bongas, Leo Bagus Saputra, S.Pd.Kor., M.Pd., atau yang akrab disapa Kapten Leo, bersama jajaran guru, staf, dan siswa.

Penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Prosesi diawali dengan pengalungan syal atau selendang khas kepada para tamu sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang.

Suasana semakin meriah dengan penampilan tim marching band SMKN 1 Bongas. Rombongan kemudian menuju lapangan utama sekolah dan disambut ratusan siswa serta tenaga pendidik.

Momen kebersamaan terlihat ketika jajaran Yayasan Kusuma Bongas, Lembaga Talitha Koumi, pihak sekolah, guru, dan siswa berbaur, berjabat tangan, serta mengabadikan kegiatan melalui foto bersama.

Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi interaktif di meeting room SMKN 1 Bongas.

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembahasan mengenai pendampingan siswa penerima bantuan pendidikan.

Kepala SMKN 1 Bongas Leo Bagus Saputra mengatakan terdapat empat siswa di sekolahnya yang mendapatkan bantuan dari Yayasan Kusuma Bongas dan Lembaga Talitha Koumi.

“Ada empat siswa yang nanti akan dibantu oleh pihak Yayasan Kusuma Bongas dan Lembaga Talitha Koumi. Keempat siswa tersebut memiliki orang tua dengan kondisi ekonomi kurang mampu,” ucap Kapten Leo kepada wartawan ringsatu.id.

Ia menyampaikan apresiasi kepada kedua lembaga tersebut yang telah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan para siswa.

Staff Yayasan Kusuma Bongas, Nono Taryono, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring langsung terhadap siswa yang mendapatkan bantuan pendidikan.

Baca Juga
1 of 453

Menurut Nono, monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus melihat kondisi dan perkembangan siswa yang didampingi.

“Lembaga Talitha Koumi ini merupakan lembaga yang bergerak di bidang pencegahan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), sama halnya dengan Yayasan Kusuma Bongas,” ujar Nono.

Dalam kunjungan tersebut, Daniel Jean dan Mona Simard hadir dari pihak Lembaga Talitha Koumi.

Nono mengatakan, di wilayah Kabupaten Indramayu terdapat sekitar 68 anak yang mendapatkan bantuan biaya sekolah. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pendidikan, antara lain sepatu, buku, hingga biaya transportasi.

“Khusus di SMKN 1 Bongas ini ada empat anak yang mendapat bantuan, sehingga kami datang untuk monitoring dan melihat langsung perkembangan mereka,” ucapnya.

Nono menuturkan, kerja sama antara Yayasan Kusuma Bongas dan Lembaga Talitha Koumi telah berlangsung cukup lama. Kerja sama tersebut dituangkan dalam kesepakatan atau MoU yang dimulai sejak 2018.

Selain program pencegahan TPPO, Yayasan Kusuma Bongas juga aktif dalam kegiatan penanggulangan HIV/AIDS.

Menurut Nono, bantuan pendidikan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi kerentanan anak-anak dari keluarga kurang mampu terhadap risiko perdagangan orang.

“Intinya, bantuan ini diberikan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan sekolah dan tidak tergiur menjadi korban TPPO. Ini adalah bentuk langkah pencegahan nyata dari kami,” tegasnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan pendampingan kepada anak-anak yang membutuhkan.

“Harapan kami ke depan, kami bisa terus membantu dan mendampingi anak-anak agar mereka tetap bersekolah. Dengan memastikan pendidikan mereka terjamin, kita sekaligus memagari mereka dari ancaman tindak pidana perdagangan orang,” pungkas Nono.

Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Yayasan Kusuma Bongas, Lembaga Talitha Koumi, dan SMKN 1 Bongas.

Melalui pendampingan pendidikan dan monitoring secara berkelanjutan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat upaya pencegahan TPPO di wilayah Indramayu. (N.Tarigan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.