Bupati Lucky Hakim Dorong Layanan RSUD, Warga Tak Perlu Lagi Berobat Keluar Kota
RINGSATU-INDRAMAYU-Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri kegiatan skrining praoperasi katarak di RSUD Indramayu, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan layanan operasi katarak secara gratis.
Dalam kunjungannya, Lucky Hakim menyampaikan dukungan penuh terhadap program pengampuan pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) yang dicanangkan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Indramayu, kata dia, berkomitmen memaksimalkan kesiapan, baik dari sisi manajemen maupun sumber daya manusia di RSUD Indramayu.
Ia menjelaskan, saat ini tenaga medis untuk mendukung layanan tersebut sebagian telah tersedia, sementara sebagian lainnya masih menjalani proses pendidikan lanjutan, khususnya di bidang jantung dan hipertensi.
Sebelumnya, pasien yang membutuhkan layanan kateterisasi jantung (katlab) harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, seperti RSUD Gunung Jati Cirebon atau RS Hasan Sadikin Bandung.
“Kami berharap dengan adanya bantuan katlab melalui Program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) dari Kementerian Kesehatan, pelayanan di RSUD Indramayu dapat meningkat, khususnya untuk penanganan jantung dan saraf. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” ujar Lucky.
Sementara itu, Direktur RSUD Indramayu melalui Humas, Tarmudi, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial operasi katarak ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat serta perhatian langsung dari Bupati Indramayu.
Menurutnya, tingginya jumlah pasien katarak di Indramayu menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, antrean operasi di RSUD Indramayu bisa mencapai sembilan hingga sepuluh bulan.
“Melalui kegiatan ini, insya Allah sebanyak 200 pasien akan menjalani operasi katarak pada Jumat, 7 Mei 2026. Sebelumnya dilakukan skrining selama tiga hari untuk memastikan kelayakan pasien,” ujar Tarmudi.
Ia menambahkan, pelaksanaan operasi melibatkan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) guna memastikan tindakan medis berjalan optimal dan sesuai standar.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata, sekaligus mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Kabupaten Indramayu. (Sanita)