Audiensi dengan BNN RI, Ormas BERSAMA Siap Perangi Penyalahgunaan Narkotika
RINGSATU-JAKARTA-Organisasi kemasyarakatan anti-narkoba Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) melakukan audiensi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Gedung A BNN, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai informasi, BERSAMA merupakan organisasi masyarakat anti-narkoba pertama di Indonesia yang berdiri sejak 26 Juni 1978. Selama hampir lima dekade, organisasi ini aktif mendukung program edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat dalam memerangi bahaya narkotika.
Delegasi BERSAMA dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Dr. (HC) H. Herwin Suparjo, S.Sos., S.H., didampingi Sekretaris Jenderal Dr. Titik Haryati, M.Pd, Ketua Harian Bidang Pencegahan Dr. Victor Sp. B. FICS, DFM, Ketua Harian Bidang Pemberdayaan SDM 1 Kajian Bersinar Dr. M. Retno DD, Anggota Bidang Hukum Dadang Rachamat, S.H., serta Humas Rendy Herdiana.
Rombongan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Dayamas BNN RI, Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M., didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI.
Dalam audiensi tersebut, BNN RI menyambut positif inisiatif BERSAMA untuk memperkuat kemitraan strategis dalam agenda pemberdayaan masyarakat berbasis pencegahan narkoba.
Edi Swasono menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mendukung strategi nasional pemberantasan narkoba, khususnya melalui edukasi, deteksi dini, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan sosial.
“Pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi yang memiliki komitmen panjang seperti BERSAMA,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, BNN RI juga menyatakan kesiapan untuk menyiapkan draf nota kesepahaman (MoU) bersama BERSAMA sebagai landasan formal penguatan kerja sama ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum BERSAMA, Herwin Suparjo, menyampaikan apresiasi atas sambutan positif yang diberikan BNN RI terhadap organisasi yang dipimpinnya.
Menurutnya, kemitraan strategis bersama BNN menjadi langkah penting agar gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat menjangkau masyarakat lebih luas hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa,” katanya.
Audiensi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil tetap menjadi kunci dalam membangun Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (Buyung)