Prabowo Perintahkan Karhutla Dikebut: 209 Hektare Masih Terbakar, Water Bombing Diperbesar

 

RINGSATU-JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah terus diperkuat. Meski luas lahan yang masih terbakar mengalami penurunan signifikan, pemerintah mencatat masih ada 209 hektare yang belum sepenuhnya padam di enam provinsi prioritas.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas penanggulangan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB dan Kepala BMKG memaparkan perkembangan penanganan karhutla, khususnya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Laporan terbaru menunjukkan perkembangan positif. Dibandingkan laporan pekan sebelumnya yang mencatat sekitar 1.000 hektare lahan masih dalam penanganan, kini luas lahan yang belum padam di enam provinsi prioritas tersebut turun menjadi 209 hektare.

Di sejumlah wilayah, kepulan asap masih cukup tebal, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Di Kalimantan Tengah, dalam sepekan terakhir aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut belum dapat berjalan secara normal akibat kondisi asap yang memengaruhi jarak pandang.

Presiden Prabowo menegaskan penanganan karhutla harus terus dikebut hingga kondisi benar-benar terkendali.

Operasi darat diminta diperbesar, sementara operasi udara dioptimalkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat.

Pemerintah juga diminta terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Tak berhenti di situ, Presiden meminta jajaran terkait menyiapkan opsi penggunaan pesawat dengan kapasitas water bombing yang lebih besar.

Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat proses pemadaman, khususnya pada wilayah yang membutuhkan penanganan udara dengan kapasitas lebih besar.

Penurunan dari sekitar 1.000 hektare menjadi 209 hektare menunjukkan adanya perkembangan dalam operasi penanggulangan karhutla.

Namun, keberadaan ratusan hektare lahan yang masih belum padam menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, asap di sejumlah wilayah masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi udara.

Presiden pun meminta seluruh jajaran terkait tidak mengendurkan penanganan.

Targetnya jelas: api dikendalikan, asap ditekan, dan dampak karhutla terhadap masyarakat diminimalkan.

Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat koordinasi dan respons terhadap karhutla di wilayah-wilayah prioritas. (Pazril)

Comments (0)
Add Comment