RINGSATU-JAKARTA-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Kehadiran Presiden Prabowo merupakan bentuk penghormatan terakhir negara kepada almarhum yang sepanjang hidupnya telah mendedikasikan diri untuk bangsa dan negara melalui pengabdian di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun pemerintahan.
Dalam suasana khidmat, Presiden memberikan penghormatan terakhir dan memanjatkan doa bagi almarhum. Prosesi tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, pimpinan TNI-Polri, keluarga besar almarhum, serta para sahabat dan kolega yang pernah bekerja bersama Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh militer nasional yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pertahanan negara. Karier militernya mencapai puncak ketika dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005. Setelah purna tugas dari militer, Ryamizard kembali mengabdi kepada bangsa sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019.
Dalam berbagai penugasannya, almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Usai upacara persemayaman, jenazah almarhum dilepas dari Kantor Kementerian Pertahanan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, untuk dimakamkan secara militer. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penghormatan terakhir yang diberikan negara atas jasa dan pengabdian almarhum.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam prosesi pelepasan jenazah menegaskan penghargaan dan rasa hormat negara kepada sosok Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang telah memberikan kontribusi besar dalam memperkuat pertahanan dan menjaga kepentingan bangsa Indonesia.
Selamat jalan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Pengabdian, keteladanan, dan dedikasimu akan selalu menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. (Pajril)