RINGSATU-PURWAKARTA-Musibah kerap datang tanpa peringatan. Kecelakaan lalu lintas yang mendadak, prosedur operasi yang tidak dapat ditunda, maupun kondisi sakit yang membutuhkan penanganan medis segera, semuanya menuntut satu hal krusial: ketersediaan stok darah yang aman dan memadai. Di momen-momen kritis tersebut, ketersediaan kantong darah di rumah sakit atau Unit Transfusi Darah PMI sering kali menjadi penentu hidup dan mati.
Kesadaran inilah yang mendorong Bidang Kesehatan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Purwakarta secara konsisten menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin. Kegiatan terbaru dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Sekretariat Kantor DPD PKS Purwakarta. Bukan sekadar kegiatan seremonial, agenda ini merupakan wujud nyata pengabdian yang berkelanjutan kepada masyarakat.
“Kita semua pernah, atau setidaknya pernah mendengar, bagaimana paniknya sebuah keluarga ketika orang tercinta butuh transfusi darah dan stok sedang menipis. Dalam kondisi seperti itu, uang saja tidak cukup. Darah tidak bisa diproduksi di pabrik, tidak dapat dibeli di pasar, dan tidak dapat diciptakan oleh teknologi secanggih apa pun. Darah hanya bisa hadir karena kemurahan hati sesama manusia. Karena itu, kami ingin mengajak kader dan masyarakat luas untuk hadir menjadi bagian dari solusi,” ujar
Ketua DPD PKS Kabupaten Purwakarta, Patria Riza
Dari perspektif kesehatan masyarakat, donor darah memiliki dampak yang bersifat timbal balik. Bagi penerima, setiap tetes darah yang diterima dapat berarti kesempatan kedua untuk hidup. Bagi pemberi, donor darah secara teratur justru berkontribusi positif terhadap pemeliharaan kesehatan jantung dan sirkulasi darah, sekaligus menjadi sarana rutin pemantauan kondisi kesehatan dasar melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan suhu tubuh yang dilakukan sebelum pendonoran.
“Satu kantong darah membawa manfaat yang berlapis. Pertama, darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan nyawa seseorang, bahkan seseorang yang belum pernah kita temui sebelumnya. Kedua, kita ikut meringankan beban keluarga pasien, karena mereka tidak perlu lagi berlari ke sana kemari dalam keadaan cemas mencari pendonor di saat-saat genting. Ketiga, donor darah juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor akan melalui pemeriksaan kesehatan dasar. Dengan demikian, kita menjadi lebih sadar akan kondisi tubuh kita sendiri,” jelas Patria Riza.
Ia menambahkan, “Menyelamatkan kehidupan orang lain, sekaligus turut menjaga kesehatan diri sendiri. Sangat sedikit kebaikan di dunia ini yang dapat dilakukan sesingkat waktu, semudah prosesnya, dan sebesar dampaknya. Cukup sebagian waktu sehari, dan kontribusi tersebut dapat berarti kelanjutan hidup bagi orang lain.”
Kegiatan ini, menurut Patria Riza, adalah cerminan dari semangat kehadiran yang konsisten. Kehadiran yang tidak hanya tampak ketika perhatian publik sedang tinggi, melainkan terpelihara dalam keseharian. Kegiatan donor darah ini direncanakan akan terus dipertahankan sebagai agenda rutin yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya pada momen-momen tertentu, melainkan dalam bentuk kebaikan yang nyata dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak terbatas pada kalangan internal semata; pintu kami buka seluas-luasnya bagi siapa saja warga yang memenuhi syarat dan berkehendak berbagi,” terangnya.
Secara sosial, gerakan ini mengirimkan pesan mendasar: kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab kolektif. Ketersediaan darah yang aman merupakan salah satu indikator penting sistem kesehatan nasional yang andal. Ketika masyarakat berpartisipasi aktif dalam donor darah, beban sistem kesehatan berkurang, dan akses terhadap pelayanan darurat menjadi lebih terjamin bagi seluruh warga.
Patria Riza juga menyampaikan harapan agar setiap partisipasi dinilai sebagai amal yang terus bermanfaat. “Kami berharap keikhlasan dan ketulusan ini dicatat sebagai amal saleh yang tidak terputus. Setiap tetes darah yang kita berikan, semoga menjadi sebab pulihnya seseorang, dan menjadi kebaikan yang terus mengalir manfaatnya dari generasi ke generasi,” tuturnya.
Bagi warga yang belum berkesempatan mendonorkan darahnya, ia mengajak untuk turut serta dengan cara lain: menyebarkan ajakan kebaikan ini kepada kerabat, keluarga, dan lingkungan terdekat. “Tidak semua orang dapat mendonorkan darahnya saat ini karena alasan kesehatan tertentu, namun setiap orang dapat ikut berperan dengan mengajak yang mampu dan sehat. Satu ajakan yang tulus dapat menggerakkan banyak orang untuk berbuat baik. Itulah kekuatan yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Kegiatan donor darah ini di Purwakarta menjadi bukti bahwa kebaikan tidak selalu memerlukan modal besar, posisi tinggi, atau kekayaan berlimpah. Kadang, yang diperlukan hanyalah kehendak tulus, sedikit waktu, dan kesadaran bahwa kehadiran kita dapat berarti nyawa bagi orang lain. Sejauh mana pun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, tidak ada yang dapat menggantikan kehangatan darah dari sesama manusia yang saling peduli. (Rega)