Al-Zaytun dan Gagasan Besar 500 Lembaga Pendidikan Berkualitas untuk Indonesia
RINGSATU-INDRAMAYU-Ma’had Al-Zaytun memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-27 dengan mengusung tema “Menyambut 100 Tahun Indonesia dengan Memperbesar Investasi Pendidikan yang Berkualitas.” Peringatan tersebut digelar di Aula Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, Rabu (27/08/2026).
Momentum 27 tahun perjalanan Al-Zaytun menjadi refleksi sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menjadikan pendidikan sebagai investasi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, mandiri, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
Ketua Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS., M.B.A., C.R.B.C., usai acara mengatakan bahwa pendidikan memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, memasuki perjalanan menuju 100 tahun Indonesia, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan ekonomi dan infrastruktur. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan harus menjadi bagian utama dari pembangunan nasional.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau kita ingin melihat Indonesia yang kuat dan maju di masa depan, maka yang harus kita siapkan sejak sekarang adalah manusianya. Karena itu, pendidikan yang berkualitas harus terus diperbesar dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Al-Zaytun akan terus berupaya mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter, kemandirian, serta nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, King of Nusantara Sultan Paser 18, Dr. Sultan AMH. Andrain, S.ST., M.B.A., menyampaikan komitmennya untuk ikut memperluas akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengatakan, dirinya siap mendorong pembangunan 500 lembaga pendidikan berkualitas di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Pengembangan lembaga pendidikan tersebut, menurutnya, akan disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di era modern.
“Kami siap membangun 500 lembaga pendidikan yang berkualitas di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Tentunya pendidikan tersebut harus menggunakan dan menyesuaikan dengan teknologi masa kini, sehingga mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Menurut Sultan AMH. Andrain, transformasi pendidikan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi. Karena itu, lembaga pendidikan ke depan harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang baik.
Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun generasi Indonesia yang memiliki kemampuan intelektual, keterampilan, karakter, dan daya saing global.
Peringatan HUT ke-27 Al-Zaytun pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menjadikan pendidikan sebagai investasi utama menuju Indonesia yang lebih maju.
Dengan semangat “Menyambut 100 Tahun Indonesia dengan Memperbesar Investasi Pendidikan yang Berkualitas”, perjalanan Al-Zaytun diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus yang mampu menjaga persatuan, menguasai teknologi, serta mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (Tim)