Jelang Konfercab PWI Indramayu, Bukan Sekadar Ganti Ketua : Kesejahteraan Wartawan Jadi Sorotan

 

 

RINGSATU-INDRAMAYU-Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu untuk memilih Ketua PWI masa bakti 2026–2029 dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2026. Menjelang pelaksanaan konferensi, konsolidasi internal mulai dilakukan. Rapat pleno persiapan Konfercab digelar di Aula Ajen Adhidana PWI Indramayu, Jumat (30/10/2026) 

Rapat tersebut dihadiri Ketua PWI Kabupaten Indramayu H. Dedy Musashi, Sekretaris PWI Cipyadi, Dewan Penasihat (Wanhat) Agung Nugroho dan Udi Iswahyudi, serta pengurus dan anggota PWI Indramayu.

Agenda pleno menjadi salah satu tahapan organisasi menuju Konfercab. Namun, momentum tersebut juga membuka pembicaraan yang lebih luas mengenai masa depan organisasi dan kebutuhan anggota di tengah tantangan profesi jurnalistik yang terus berkembang.

Ketua PWI Kabupaten Indramayu H. Dedy Musashi menegaskan, PWI harus tetap menjadi rumah bersama bagi para wartawan. Organisasi tidak hanya dituntut menjaga marwah profesi, tetapi juga harus mampu memperkuat kapasitas dan kebersamaan anggotanya.

“Keberadaan PWI harus menjadi wadah yang mampu memperkuat kebersamaan, meningkatkan kapasitas anggota, dan mendorong wartawan agar tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional,” ujar Dedy.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan melalui Konfercab merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi organisasi. Namun, keberhasilan konferensi tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi ketua.

Tantangan yang lebih besar justru berada setelah kepengurusan baru terbentuk.

Organisasi harus mampu menjawab kebutuhan anggota, membuka ruang komunikasi dan aspirasi, sekaligus menciptakan program yang memberikan manfaat nyata bagi wartawan.

Salah satu persoalan yang dinilai penting adalah kesejahteraan anggota.

Di tengah tuntutan agar wartawan menjalankan profesinya secara profesional, independen dan berpegang pada kode etik jurnalistik, aspek kesejahteraan juga menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan.

Baca Juga
1 of 457

Wartawan membutuhkan ruang peningkatan kompetensi, pengembangan profesi, perlindungan dalam menjalankan tugas jurnalistik, serta kondisi kerja yang layak.

PWI ke depan diharapkan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan konkret para anggotanya.

Penguatan kompetensi jurnalistik, pendidikan dan pelatihan, perluasan jaringan profesi, pengembangan kapasitas ekonomi anggota hingga penguatan solidaritas internal menjadi sejumlah agenda yang dapat terus didorong.

Di sisi lain, dinamika menjelang Konfercab juga diharapkan tetap berada dalam koridor persaudaraan.

Perbedaan pilihan dan pandangan merupakan bagian dari demokrasi organisasi. Namun, kontestasi kepemimpinan tidak semestinya meninggalkan sekat yang dapat melemahkan soliditas sesama wartawan.

Konfercab PWI Indramayu 2026 dengan demikian memiliki arti lebih luas daripada sekadar agenda memilih ketua baru.

Konferensi tersebut menjadi momentum untuk menentukan arah organisasi dalam menghadapi perubahan ekosistem media, perkembangan teknologi digital, tantangan profesionalisme jurnalistik, sekaligus persoalan kesejahteraan wartawan.

Siapa pun yang nantinya memperoleh mandat memimpin PWI Indramayu masa bakti 2026–2029, tantangan utamanya bukan hanya menjalankan roda organisasi, tetapi memastikan PWI tetap relevan dan hadir bagi anggotanya.

Sebab, pergantian kepemimpinan akan memiliki makna apabila diikuti dengan perubahan dan penguatan organisasi.

Kursi ketua boleh berganti, tetapi perhatian terhadap profesionalisme, solidaritas dan kesejahteraan anggota tidak boleh berjalan di tempat.

Konfercab pun diharapkan menjadi titik konsolidasi untuk membangun PWI Indramayu yang semakin solid, profesional, independen dan mampu menjawab kebutuhan wartawan di tengah perubahan zaman. (Sanita)

Leave A Reply

Your email address will not be published.