Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SMKN 1 Anjatan Mengeluh Mual & Pusing

 

RINGSATU-INDRAMAYU-Sejumlah siswa SMKN 1 Anjatan, Kabupaten Indramayu, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (22/10/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari sakit perut, mual, pusing, badan gemetar hingga panas dingin. Kondisi tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang disediakan oleh SPPG Dapur “V” Anjatan.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Puskesmas Anjatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis, sejumlah siswa dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut. Mereka kemudian dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, yakni RS Sentot Patrol, Mitra Plumbon Patrol, Puskesmas Sukra dan Klinik Bunda 2 Wanguk.

Plt. Camat Anjatan Deddy Irawan mengatakan, pemerintah kecamatan langsung melakukan koordinasi setelah menerima informasi mengenai kondisi para siswa.

“Saat kami mendapatkan informasi ada puluhan siswa SMKN 1 Anjatan setelah menyantap menu MBG merasa perut sakit dan mual serta kepala pusing, kami langsung mengerahkan tenaga medis untuk menangani para siswa yang mengalami keluhan tersebut,” ujar Deddy saat ditemui di ruang IGD RS Sentot Patrol.

Menurutnya, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium, tinggal menunggu hasilnya dari pihak berwenang,” katanya.

Baca Juga
1 of 456

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam memastikan penyebab kejadian tersebut.

Kepala SMKN 1 Anjatan Dedi Supriatna membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

“Memang benar ada beberapa siswa kami mengalami mual dan pusing selesai menyantap menu MBG dari SPPG Dapur V dan dirujuk ke rumah sakit, puskesmas dan klinik untuk penanganan medis lanjutan,” ujar Dedi.

Ia berharap para siswa yang masih mendapatkan perawatan segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Harapan saya semoga para siswa yang sedang mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit segera sembuh sediakala. Aamiin dan bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah,” tuturnya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan program MBG yang secara langsung berkaitan dengan kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik.

Selain memastikan kondisi para siswa, pemeriksaan terhadap sampel makanan menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan keluhan kesehatan yang muncul.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan secara objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG. (N.Tarigan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.