Wakasek Sarpras SMPN 1 Talun Cirebon : Biaya Pengobatan Untuk Siswa Korban Ruang Kelas Ambruk Itu Dapat Pinjam

 

Ringsatu-Cirebon-Biaya pengobatan bagi siswa yang mengalami luka-luka korban ambruknya ruang kelas X i SMPN 1 Talun,Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pada selasa 10 desember 2024 lalu ternyata biayanya dapat pinjam pihak SMPN 1 Talun.

Dari keterangan Cartiwan, jumlah biaya untuk ke-7 siswa yang mengalami luka-luka korban ambruknya atap ruang kelas. Kisaran diangka Rp.100 juta dan uang itu menurut Iwan hasil upaya pinjam kesana kemari pihak SMPN 1 Talun.

Pihak SMPN 1 Talun sendiri lanjut Cartiwan, tidak khawatir telah meminjam uang untuk biaya pengobatan siswanya tersebut. Pasalnya kata Wakasek Sapras SMPN 1 Talun ini, semua uang talangan untuk biaya pengobatan siswa korban atap ruang kelas yang ambruk akan diganti pihak Disdik.

Demikian disampaikan Wakasek Sarpras SMPN 1 Talun, Cartiwan atau bisa disapa Iwan pada wartawan, Senin (13/1/2025). Meski belakangan keterangan Iwan yang menyebut biaya pengobatan untuk siswa. Korban atap ruang kelas yang ambruk dapat pinjam, tiba-tiba ia menarik keterangan tersebut.

Dengan mengatakan, jika nanti pihak SMPN 1 Talun akan dapat sumbangan dari SMP-SMP Negeri. Se-kabupaten Cirebon melalui ketua MKKS.  Begitu pula klarifikasi disampaikan pula oleh H Sunarto kepala SMPN 1 Talun. Yang menyebut keterangan Iwan yang mengatakan biaya pengobatan siswa akan diganti pihak Disdik. Menurut pria 59 tahun tersebut keliru dan tidak benar.

“Yang benar itu, kami dapat bantuan atau sumbangan dari sekolah-sekolah (SMP negeri) melalui MKKS. Dan ada bantuan dari pihak Disdik,total bantuan dari MKKS yang kami terima itu Rp.95 juta. Ditambah dari Disdik sekitar Rp.20 juta lebih, sehingga kewajiban yang harus kita bayar ke pihak rumah sakit Rp.105 juta lebih itu bisa terbayar,”papar kepala SMPN 1 Talun ini. Saat ditanyakan,apakah pihak SMPN 1 Talun juga dapat bantuan dari Pemkab Cirebon.

Mengingat PJ Bupati Cirebon, Wahyu Wijaya pernah menyampaikan kepada salah satu media online. Bahwa semua biaya pengobatan siswa yang mengalami luka akibat tertmpa reruntuhan atap ruang kelas SMPN 1 Talun yang ambruk. Akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten Cirebon.

Namun menurut keterangan H Sunarto yang didampingi wakasek humas Yuni mengaku. Pihaknya tidak menerima bantuan selain dari MKKS.

“Kami tidak pernah menerima bantuan selain dari MKKS dan Disdik yang totalnya Rp.105 juta lebih itu. Kalau bantuan dari Pemkab, mungkin diberikannya melalui Disdik tapi kami tidak tahu. Karena pihak Disdik sendiri tidak ada pemberitahuan kepada kami,”jelas wakasek humas ini.

Sementara itu, Ketua MKKS yang juga kepala SMPN 1 Depok, H Asup Suparlan membenarkan. Jika pihaknya telah memberikan sumbangan untuk SMPN 1 Talun yang mengalami musibah salah satu ruangan kelasnya ambruk.

Ia menyebut hasil sumbangan dari sekolah-sekolah SMP Negeri yang berjumlah sekitar 80 sekolah tersebut. Terkumpul uang sebesar Rp 80 juta lebih ditambah dari sumbangan dari Disdik sekitar Rp.20 juta lebih.

Sehingga biaya pengobatan untuk siswa SMPN 1 Talun yang dirawat dan di operasi di RS Medimas. Dengan total biaya sebesar Rp.105 juta lebih bisa tertanggulangi.

Ia pun menepis keterangan wakasek sarpras SMPN 1 Talun Cartiwan yang menyebut. Biaya pengobatan untuk siswa yang mengalami luka dapat pinjam.

“Keterangan pak Iwan yang mengatakan biaya pengobatan siswa dapat pinjam itu tidak benar. Semua biaya pengobatan itu dari hasil sumbangan sekolah yang dikumpulkan di saya. Dan adanya bantuan dari Disdik sekitar Rp 20 juta lebih, sehingga biaya kerumah sakit dengan total Rp.105 juta lebih itu ya dari kami,”beber pria 59 tahun ini.

Sumbangan yang diberikan pihak SMPN 1 Talun sendiri lanjut H Asup, itu sama dengan yang diberikan sekolah lain.

“Pihak SMPN 1 Talun sendiri memberikan sumbangan itu sama seperti dengan sekolah yang lain yakni Rp.2,5 juta. Dan tidak ada biaya lainnya yang dikeluarkan oleh pihak SMPN 1 Talun,”tukas ketua MKKS tingkat SMP negeri ini. (Bisri)

Comments (0)
Add Comment