Ringsatu-Indramayu-Dinas PUPR Kabupaten Indramayu melalui Bidang Bina Marga (BM) dalam tahun 2023 ini melaksanakan beberapa kegiatan pekerjaan jalan Kabupaten, seperti Rekontruksi Jalan dan Rehabilitasi Jalan
Seluruh pekerjaan tersebut konstruksinya menggunakan bahan beton dan Hotmix, akan tetapi sangat disayangkan hasil pantauan awak media Ringsatu.id di lapangan masih ada ditemukan beberapa ruas jalan Kabupaten yang telah selesai pengecorannya di temui pecah rambut pada beton, apakah akibat suhu tinggi (Cuaca Ekstrim) atau ada penyebab faktor lain.
Kepala Dinas PUPR Indramayu Asep Abdul Mukti, ST., M.Si., melalui Plt. Kabid BM Fajar Shodieqie, ST., kepada awak wartawan Ringsatu.id., menjelaskan bahwa terkait dengan penyebab retak rambut pada beton dapat terjadi akibat suhu tinggi yang melebihi ambang maksimum. Dimana, seharusnya kondisi ideal suhu GB beton tidak melebihi 32°C (ASTM C 94). Angin bersuhu tinggi dan kelembapan relatif mempengaruhi penguapan air.
“Secara alamiah, suhu mempunyai pengaruh yang besar terhadap mutu beton segar pada proses pencampuran, proses pengecoran, dan proses penantian”. Ucap Plt. Kabid BM Fajar Shodieqie, ST.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan laju air, kehilangan suhu, risiko retak termal, laju retak penyusutan plastis, dan pembentukan sambungan dingin, sedangkan waktu pengerasan, daya tahan dan kekuatan 28 hari akibat retak mengalami penurunan.
“Karena perbedaan warna dan sambungan dingin, terbentuklah tampilan yang tidak estetis, dan permeabilitas dapat meningkat”.
Lebih Lanjut, Plt Kabid BM Fajar Shodieqie, ST., dalam sepekan terakhir suhu di Kabupaten Indramayu bisa mencapai 38°C (Stasiun Meteorologi Kertajati), untuk meminimalisir resiko keretakan beton dilakukan curing beton menggunakan lapisan geotekstile dan penyiraman air secara berkala” Pungkasnya. (N. Tarigan)