Teknisi Tes Seleksi Ketua PANWASCAM Argapura Dituding Jadi Penyebab Gagalnya Seorang Peserta

 

Ringsatu.id-Majalengka-EC salah satu peserta yang ikut tes seleksi ketua Panitia Pengawas Pemilu Tingkat Kecamatan (PANSWACAM) mengaku kecewa terkait dirinya dinyatakan gagal dalam mengikuti tes seleksi yang digelar pihak BAWASLU Majalengka.

Kegagalan tersebut, menurut EC akibat terjadinya miskomunikasi antara dirinya dengan kepala teknisi bagian komputer pelaksana tes seleksi yakni Yusa.

Dikatakan EC saat itu ia mengikuti tes seleksi untuk jadi calon ketua PANWASCAM Argapura Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.

“Materi soal yang mesti saya jawab waktu itu ada sekitar 100 soal. Saat itu saya baru menjawab satu soal yang tertera dilayar komputer .” Ucap EC.

Karena merasa bingung dengan langkah selanjutnya dan belum paham terkait bagaimana cara untuk menjawab soal lainnya.

Akhirnya, EC mengaku memberanikan dirinya untuk mengatakan sekaligus menyampaikan kepada Yusa. Bahwa dirinya baru menjawab satu soal atau pertanyaan.

“Padahal saya jelaskan ke pak Yusa bahwa saya baru menjawab satu soal dan bagaimana langkah untuk menjawab soal lainnya. Namun, pengertian pak Yusa saat itu bahwa saya sudah selesai dalam menjawab semua soal itu. Dan pak Yusa malah menyuruh agar saya meng-klik finish.” Beber EC.

“Ketika saya meng-klik finish berarti saya dianggap sudah selesai menjawab semua soal. Seketika saya juga kaget dan langsung komplain ke pak Yusa kenapa dia menyuruh saya meng-klik finish. Lalu Pak Yusa hanya meminta maaf.” Ujar EC dengan nada kecewa.

Dengan tidak lolosnya tes seleksi jadi Ketua PANWASCAM, EC menganggap kesalahan tersebut bukan oleh dirinya melainkan ulah Yusa.

“Kalau orang tidak tahu kan wajib kita bertanya, jika pak Yusa tidak paham persoalan saya seharusnya dia mengarahkan kepada petugas lainnya. Jangan membuat keputusan sendiri.” Ketusnya.

EC sendiiri mengaku telah dirugikan akibat dirinya tidak lolos tes seleksi jadi ketua PANWASCAM. Padahal menurutnya, sebelum ia mengkitu tes seleksi dia mengaku telah mengurus semua persyaratannya. Seperti membuat SKCK, Surat kesehatan dari dokter dan surat keterangan dari pengadilan juga persyaratan lainnya.

“Yang tentunya semuanya itu memerlukan waktu pikiran dan tenaga serta biaya. Akan tetapi semuanya tidak berguna karena hanya adanya miskom dengan kepala teknisi. Semuanya jadi gagal total.” Keluh EC.

Sementara itu, Yusa yang juga konon katanya guru di SMKN 1 Majalengka saat dihubungi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya, Senin (17/10/2022). Dengan maksud minta waktunya untuk wawancara, namun hingga berita ini diterbitkan Yusa tidak merespon. (Bisri).

Comments (0)
Add Comment