Tekan Penularan Virus TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Gencar Lakukan Sosialisasi

Ringsatu.id-Bandung Barat-Angka penderita TBC di Kabupaten Bandung Barat (KBB) di nilai cukup tinggi. 

Guna menekan penyebaran virus Tuberkulosis itu, Pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan melakukan upaya – upaya dalam memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Eisenhower Sitanggang mengatakan, jumlah kasus angka penderita TBC hingga 2022 di KBB masih tinggi, Guna mengurangi angka penderita TBC di kalangan masyarakat, diantaranya dengan melakukan sosialisasi pencegahan dan dampak, termasuk melakukan screening.

“Kita pastikan dulu status TBC. Kemudian melakukan screening atau penjaringan terhadap masyarakat. Yang mengalami batuk berdahak melewati satu minggu, harus segera mendapatkan perhatian, status dari TBC dimulai dari diri kita yang benar-benar harus perhatikan bentuk-bentuk kesehatan,” Ungkapnya ketika di konfirmasi di ruangan kerjanya (13/6/2022).

Menurutnya, dalam pencegahan dan penularannya harus dilakukan sejak kelahiran pada bayi dengan menyuntikan imunisasi BCG (bacillus calmette-guérin). Lebih lanjut, Imuniasisi ini memiliki fungsi penting untuk pencegahan penyakit tuberkulosis atau TBC, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan TB, Selain itu menjaga kebersihan di sekitar lingkungan, dan juga menjaga stamina diri kita, karena dengan stamina yang baik, maka tubuh kita akan mempunyai daya tahan supaya terhindar dari penularan TBC, dengan begitu, diharapkan akan terjadi penurunan tingkat penyakit TBC baru,” ujarnya

Dikatakannya, dengan cara penjaringan bisa mengantisipasi masyarakat dalam penyebaran virus tersebut,  meski membutuhkan pengobatan langsung dengan cepat.

“Pengobatan TBC memakan waktu cukup lama karena sifat infeksinya yang mudah menular dan cukup serius. Nah, inilah yang pada akhirnya memicu kekhawatiran bahwa orang yang sakit TBC rentan mengalami resistensi antibotik. Resistensi antibiotik adalah keadaan di mana bakteri justru beradaptasi dengan obat-obatan dan menjadi makin sulit untuk dibunuh,” pungkasnya (Fathin)

Comments (0)
Add Comment