Sejumlah Siswa SDN 1 Tonjong Majalengka Diduga Alami Keracunan Makanan 

 

Ringsatu-Majalengka-Sejumlah siswa SDN 1 Tonjong Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat mengalami sakit pada bagian perut dan kemudian muntah-muntah. Hal tersebut diduga akibat mereka mengkonsumsi nasi kuning dan susu yang dibagikan pihak sekolah pada Rabu (23/10/2024).

Menurut keterangan dari salah satu ornagtua siswa yang anaknya mengalami sakit diperut dan mual lalu muntah-muntah mengatakan Sebelumnya anaknya sehat-sehat saja sebelum berangkat kesekolah.

“Namun setelah paginya kedua anak saya dikasih nasi kuning yang dicampur daging ayam serundeng dan kasih susu kemasan. Oleh pihak sekolah, tiba-tiba pada pukul 3 sore anak saya yang kelas 1 mengaku sakit dibagian perut kemudian muntah-muntah. Kalau anak saya yang kelas 3 dia hanya mengaku hanya gak enak badan saja dan tidak sampai muntah,”ujar PH saat diwawancara dirumahnya, Kamis (24/10/2024).

karena melihat kondisi anaknya yang terus-terusan muntah, akhirnya PH membawa anaknya yang masih duduk dikelas 1 SD tersebut ke salah satu dokter untuk berobat.

“Menurut keterangan dokter jika anak saya keracunan makanan, entah itu dari nasi kuning atau dari susu yang diminum anak saya. Dokter hanya menyarankan agar anak saya harus banyak minum air putih. Dan sekarang kedua anak saya tidak masuk sekolah,”jelas PH.

Dikatakan PH, ternyata bukan anaknya saja yang mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumi nasi kuning pemberian sekolah. Namun siswa lain pun mengalami kejadian yang sama.

“Ia saya tahu di group WA orangtua siswa SDN 1 Tonjong bahwa yang mengalami muntah-muntah. Bukan anak saya saja tapi ada anak-anak lainnya yang juga mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumi makan dari pihak sekolah.Bahkan ada anak yang sampai di rawat di IGD,”terangnya.

Sementara itu, Aep Saefulloh kepala SDN 1 Tonjong saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya (WA), Kamis (24/10/2024). Dengan menanyakan jika pembagian nasi kuning tersebut program dari mana. Dan kenapa siswanya mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumi makan yang dibagikan pihak sekolah.

Dijawab oleh Aep, jika pemberian makanan tersebut dari Polres dalam rangak HUT Bhayangkari.

“Muntah tergantung kondisi anak dan sudah ditangani penanganan ada yang dibawa ke IGD 3 orang sore itu juga pulang. Siswa kelas 4, 5 dan 6 yang dibawa ke IGD,”jawab kepala SDN 1 Tonjong ini. Ketika ditanyakan siapa yang menanggung biaya pengobatan bagi anak-anak yang dirawat di IGD.
Aep kembali menjawab bahwa biaya pengobatan dari BPJS.

“Dari BPJS kemarin ada dokter dari Polres, diantaranya dari minum susu yang harusnya air putih. Mungkin ada anak yang enek susu yang membagikan dari Polres dalam rangka HUT Bhayangkari,”tukas Aep Saefulloh ini.(Bisri).

Comments (0)
Add Comment