Revolusi Indramayu Angkat Suara, Demo Anarkis Dinilai Rugikan Masyarakat

RINGSATU-INDRAMAYU-Aksi demonstrasi yang berlangsung di Alun-Alun Indramayu, Kamis (02/04/2026), berujung ricuh setelah sejumlah massa diduga melakukan perusakan fasilitas umum. Insiden tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Revolusi Indramayu.

Ketua Umum Revolusi Indramayu, Masudin Manaf, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, menurutnya, tindakan merusak fasilitas publik bukanlah bagian dari perjuangan rakyat yang bermartabat.

“Perjuangan rakyat seharusnya dilandasi nilai kedewasaan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap daerahnya sendiri. Fasilitas publik yang dirusak hari ini adalah milik bersama, dibangun dari uang rakyat, dan digunakan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Masudin Manaf kepada media Ringsatu.id.

Menurut Masudin, aksi anarkis tersebut justru mencederai tujuan utama demonstrasi yang semestinya menjadi ruang penyampaian aspirasi publik secara tertib dan damai.

Ia menilai, perusakan fasilitas umum hanya akan merugikan masyarakat luas karena sarana yang rusak merupakan aset bersama yang dibangun dari anggaran daerah.

“Yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat Indramayu secara keseluruhan,” tegasnya.

Masudin juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah dan menahan diri dalam menyampaikan aspirasi.

Ia meminta setiap aksi demonstrasi dilakukan secara damai, tertib, dan beradab, agar substansi perjuangan tetap terjaga dan mendapat simpati publik.

Revolusi Indramayu menegaskan tetap berpihak pada rakyat dan mendukung penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, pihaknya secara tegas menolak segala bentuk tindakan yang merusak fasilitas umum dan mengganggu kepentingan bersama.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa perjuangan rakyat harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab sosial, agar tujuan yang diperjuangkan tidak kehilangan makna. (Yoga)

Comments (0)
Add Comment