Renovasi Toilet SDN 2 Karayunan Majalengka Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Ringsatu-Majalengka-Penggunaan bahan material baja ringan yang dipakai atap ruangan toilet SDN 2 Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Yang saat ini tengah direnovasi dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp.93 juta lebih dan dikerjakan secara swakelola.

Namun pada kenyataanya pekerjaan renovasi yang dilaksanakan pihak SDN 2 Karayunan. Tidak seluruhnya dikerjakan secara swakelola atau oleh kelompok masyarakat (Pokmas).

Seperti pada pelaksanaan pekerjaan atap pada ruangan toilet SDN 2 Karayunan tersebut. Pekerjaan pemasangan atap baja ringan tersebut diduga malah diborongkan ke CV Prima Logam Cirebon.

Menurut narasumber mengatakan,bahan material baja ringan yang digunakan untuk atap toilet SDN 2 Karayunan. Diduga tidak sesuai dengan spesifikasi (Spek) dan RAB yang telah ditentukan.

“Coba saja lihat baja ringan yang sudah dipasang untuk atap toilet di SDN 2 Karayunan itu polos. Padahal seharusnya baja ringan itu yang sudah ber-SNI dengan ketebalan 0,75.Dan kode itu harus ada tertulis di baja ringan tersebut”, ungkap narasumber yang meminta agar namanya tidak disebutkan ini, Jumat (16/8/2024).

Dikatakan sumber, adanya dugaan kecurangan yang dilakukan pihak pemborong. Dalam pelaksanaan renovasi ruangan toilet SDN 2 Karayunan dengan tidak menggunakan bahan material berstandar nasional indonesia (SNI).

Hal ini menurut sumber sengaja dilakukan oleh pihak pemborong supaya dapat meraup keuntungan yang besar.

“Jika baja ringan itu polos tidak ada tulisan SNI dan tidak ada tulisan ketebalan 0,75. Maka itu sudah menyimpang. Dan sudah barang tentu menyalahi aturan dan RAB. Mungkin pihak pemborongnya ingin untung banyak, jadi bahan yang dipakai sengaja yang tidak berkualitas,” Jelas sumber.

Dari pantauan wartawan media ini ke lokasi SDN 2 Karayunan, terlihat jelas bahwa hampir semua ruangan yang ada disekolah tersebut.

Sedang dipugar bagian atasnya,dan tidak menutup kemungkinan atap dari bangunan SDN 2 Karayunan akan diganti dengan baja ringan.

Sementara menurut dua orang pekerja yang sedang memasang atap baja ringan ruangan toilet SDN 2 Karayunan. Yakni Wahyu dan Sandi mengatakan, bahwa urusan ketebalan baja ringan yang sedang dipasangnya tersebut mereka mengaku tidak tahu.

Mereka menyarankan agar wartawan langsung bertanya kepada Bosnya yakni Yoyo pemilik CV Prima Logam Cirebon.

“Bapak tanya aja langsung ke pak Yoyo pemilik CV Prima Logam Cirebon. Karena saya disini hanya pekerja yang ditugaskan oleh pak Yoyo,” ujar Wahyu yang mengaku asli Tasikmalaya ini, Jumat (16/8/2024).

Sementara itu, Yoyo pemilik CV. Prima Logam Cirebon sebagai pemborong pemasangan atap ruangan toilet SDN 2 Karayunan. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsAppnya (WA), Jumat (16/8/2024) mengatakan. Bahwa bahan material baja ringan yang digunakan untuk ruangan toilet SDN Karayunan. Menurutnya sudah sesuai dan tidak masalah, adapun baja ringan. Yang digunakannya itu polos dan tidak ada tulisan SNI dan tidak adanya tulisan 0,75 sebagai ukuran ketebalan. Hal tersebut kata Yoyo tidak masalah.

“Tidak adanya tulisan SNI itu kan hanya kesalahan pabrik saja yang telat menuliskan SNI serta kode ketebalan di baja ringan. Semua bahan baja ringan yang saya pakai sudah berstandar dan tidak masalah,” elak Yoyo.

Terlebih kata Yoyo, dirinya sudah puluhan tahun dipercaya sebagai rekanan Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Majalengka. Dalam pelaksanaan pemasangan baja ringan untuk sejumlah sekolah yang ada di Majalengka.

“Dari tahun 2010 saya sudah bekerjasama dengan dinas (Disdik) Majalengka. Dan saya juga dapat rekomendasi dari dinas,” ucap pria asal Tasikmalaya yang saat ini menetap di Plumbon Cirebon ini.

Saat ditanyakan, apakah ia menyetor ke pihak Disdik sehingga dia dipercaya untuk jadi pemborong pada pelaksanaan pekerjaan pemasangan baja ringan. Untuk sejumlah sekolah yang ada diwilayah Majalengka.

Ditanya seperti itu, Yoyo mengelak dengan mengatakan ia tidak ada setoran ke pihak Disdik. Ia hanya mengatakan setoran itu hanya berupa bayar pajak saja. Meski demikian, ia tidak menampik jika ada uang kordinasi yang nilainya menurut Yoyo tidak lah besar.

“Ya kalau uang kordinasi ada cuman angkanya hanya sekitar enol sekian persen. Dan menurut saya hal itu wajar,”tukas Yoyo. (Bisri).

Comments (0)
Add Comment